
batampos – Ruas jalan menuju kawasan Industri Taiwan, Kabil, yang kewenangannya berada di bawah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, kini rusak parah. Kerusakan yang terjadi pada ruas tertentu tampak seperti kubangan. Aspalnya han-
cur dan permukaannya terbenam, sehingga banyak lubang seperti kolam-kolam kecil.
Bila hujan, jalan tergenang air dan berlumpur sehingga menjadi kubangan sampai beberapa hari.
Kondisi ini telah lama dikeluhkan, namun tak kunjung diperbaiki atau dibangun.
Padahal, jalur itu cukup vital karena menuju ke kawasan industri sekaligus penghubung ke arah
Batubesar, Nongsa. Lantaran dikeluhkan kalangan
investor dan pengusaha, akhirnya Badan Pengusahaan (BP) Batam mengambil alih penataan jalan tersebut karena dinilai cukup strategis untuk mendukung investasi.
Kabag Humas BP Batam, Sazani, membenarkan rencana BP Batam mengambil alih perbaikan jalan yang rusak tersebut. Penganggarannya sedang dibahas dan diharapkan bisa dilaksanakan pada tahun ini juga.
”Kalau tak bisa tahun ini, tahun depan,” ujarnya.
Zami, pengendara sepeda motor yang kerap memanfaatlan jalan tersebut, berharap segera ada sentuhan pembangunan agar masyarakat di sekitar tak terancam dengan banyaknya jalan rusak di kawasan itu.
”Sudah lama ini rusak, seperti terabaikan,” ujarnya.
Terpisah, anggota DPRD Batam, Muhammad Mustofa, mengaku heran dengan pola penyelesaian keluhan masyarakat terkait perbaikan jalan di bawah aset Pemprov Kepri.
”Ini muka dari kawasan-kawasan industri. Jalan ini aset Pemprov Kepri. Kami harap kalau memang jalan ini harus ada perbaikan, provinsi silakan
limpahkan ke kota supaya kami sebagai perwakilan masyarakat yang tinggal di sini juga bisa menikmati infrastruktur dengan kondisi jalan yang tidak hancur seperti ini,” ujarnya.
Terkait dengan rencana BP Batam mengambil alih
pembangunam jalan yang rusak tersebut, Mustofa menyatakan pantas untuk diapresiasi. Namun
demikian, ia mengingatkan agar semua itu dilakukan dengan merujuk pada aturan-aturan yang berlaku, agar kelak tak menimbulkan masalah baru.(*)
Reporter: Eggi Idriansyah



