Jumat, 3 April 2026

Rudi Pastikan Minyak Goreng Curah Tersedia di Pasar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto bersama Dandim 0316 Letkol Sigit Dharma Wiryawan dan Kadis Perindag Kota Batam Gustian Riau melaksanakan sidak minyak goreng ke pabrik pengolahan minyak sawit PT Synergy Oil Nusantara KabilSelasa (22/3). Selain sidak ke Pabrik pengolahan minyak sawit , kapolresta beserta rombongan juga melakukan sidak ke pasar Tos 3000 dan Distributor minyak goreng curah di Batuampar. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus melakukan langkah mengantisipasi kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng kemasan. Setelah mengeluarkan surat edaran, camat dan lurah diminta turun ke pasar.

Di beberapa pasar, berdasarkan hasil laporan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam tidak ditemukan minyak goreng curah di pasar. Minyak goreng curah bisa menjadi solusi saat ini di tengah meroketnya harga minyak kemasan.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan masyarakat kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng curah di pasar. Padahal kuota ada untuk masyarakat Batam. Untuk itu, ia ingin minyak goreng ini tersedia juga di pasar.

“Saya tidak tahu gudangnya dimana. Makanya saya suruh camat dan lurah turun. Koordinasi sama Disperindag. Kalau ada dan mereka malah tak jual, saya tindak nanti,” tegasnya.

Ia juga meminta dinas terkait, melakukan pengecekan ke sejumlah gudang milik distributor, agar mengeluarkan stok minyak goreng eceran ke para pedagang.

“Saya jamin seluruh pedagang di pasar menjual minyak goreng eceran. Tidak boleh ada penimbunan di gudang, dinas terkait saya sudah perintahkan terus mengecek stok mereka. Jangan sampai ditimbun, karena di SE yang sudah saya tandatangani harga sudah murah,” tegasnya.

Rudi juga meminta kepada distributor dan pedagang tidak menaikkan harga di atas HET. Sebab saat ini harga minyak kemasan sudah naik 100 persen, minyak curah menjadi solusi bagi masyarakat.

“Saya pantau terus soal minyak ini. Saya sudah perintahkan Disperindag untuk turun. Kalau perlu bentuk lah tim. Biar ke lapangan personil lengkap mulai dari Pemko hingga kepolisian,” terangnya.

Menjelang bulan suci Ramadan ini, ia berharap stabilitas harga bisa terjaga. Meskipun ada kenaikan, semoga tidak signifikan. Sehingga masyarakat yang masih dalam tahap memulihkan ekonomi mereka tidak diberatkan.

“Saya berharap semua normal saja. Kalau pun naik jangan signifikan. Karena masuk bulan puasa ada peningkatan permintaan akibat meningkatkan kegiatan di masyarakat,” ucap Rudi. (*)

Reporter : YULITAVIA

UPDATE