
batampos- Apes dialami keluarga Zumria di perumahan Putera Jaya, Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji. Rumah mereka dibobol maling, Selasa (23/8) pagi. Celengan kaleng yang berisikan uang pecahan Rp 100 ribu dengan jumlah total sekitar Rp 60 an juta raib digondol maling.
Pelaku diduga satu orang menggunakan sepeda motor Honda Beat sebab sempat dilihat oleh tetangga korban.
“Tetangga nampak ada pria dengan sepeda motor Honda Beat putih, helm merah, pakai masker dan tas yang masuk ke dalam rumah. Mereka pikir itu saudara kami, makanya tak curiga,” ujar Zumria saat membuat laporan ke Mapolsek Batuaji, Selasa (23/8).
BACA JUGA: Pencurian Fasilitas Umum Marak, Kapolresta Barelang: Pencuri Pasti Ditangkap
Dijelaskan Zumria, saat rumahnya dibobol, mereka sedang berada di warung kelontongnya di Rusunawa Pemko Batam Tanjunguncang III, simpang Batamec, Tanjunguncang. “Kami ada warung di Rusun. Setiap hari memang di warung. Celengan itu di dalam lemari di kamar. Nilainya sekitar Rp 60 juta karena setiap hari kami masukan Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu hasil dari usaha warung tadi. Itu buat tabungan pendidikan anak,” katanya.
Pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara bobol pintu depan rumah sebab saat mereka kembali, pintu depan rumah sudah rusak. Barang di dalam kamar tidur sudah berantakan semua.
“Tadi ditelepon tetangga, katanya rumah kami kemalingan. Kami kembali ke rumah memang sudah berantakan. Pintu depan dicungkil,” ujarnya.
Zumria berharap agar Polsek Batuaji yang menerima laporan itu bisa menangkap pelaku. Dia berharap ada pertanggungjawaban dari pelaku atas kehilangan uang tabungan pendidikan anak-anaknya itu. “Tidak gampang kumpulin uang itu. Harus tahan selera kami biar bisa nabung,” ujarnya.
Ketua RT 01/RW perumahan Putera Jaya Hari juga berharap yang sama. Dalam sebulan terakhir sudah ada lima kali aksi pencurian di perumahan yang sama. Dia berharap polisi bisa menangkap pelaku agar menjadi peringatan bagi pelaku lainnya.
Kapolsek Batuaji Kompol Daniel Ganjar Kristanto membenarkan laporan tersebut dan pihaknya sedang lakukan penyelidikan. (*)
Reporter : Eusebius Sara



