Senin, 12 Januari 2026

Rupiah Melemah, Banyak Wisman Berkunjung ke Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Amat Tantoso. Foto: Dokumentasi Batam Pos

batampos- Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Singapura (SGD) dan ringgit Malaysia (MYR) berdampak ke aktivitas di money changer kawasan Nagoya, Lubuk Baja. Penukaran uang pada hari kerja ini tampak sepi, bahkan beberapa toko tutup.

Intan, salah seorang karyawan money changer di Komplek Bumi Indah, Nagoya mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah ini sudah berlangsung selama sepekan.

“Dolar (Singapura) dan Ringgit itu naiknya sudah dari Minggu kemarin. Tapi, dari Senin ini (penukaran uang) sangat sepi,” ujarnya.

Ia menjelaskan selisih kurs ini menguntungkan para wisatawan mancanegara (wisman) dari 2 negara tersebut. Sehingga, pada akhir pekan banyak wisman yang berkunjung ke Batam.

BACA JUGA: Dua Pasar Rakyat di Batam Mangkrak Bertahun-tahun, Miliaran Rupiah Mubazir

“Kalau akhir pekan kemarin ramai, banyak wisman yang nukar. Mereka pada senang, tukarnya ke rupiah tinggi,” katanya.

Menurut dia, situasi ini juga dimanfaatkan beberapa warga yang telah lama menyimpan dolar dan ringgit untuk meraup keuntungan.

“Untuk dolar sendiri, tukarnya ke rupiah hampir Rp 13 ribu. Yang investasi dalam mata uang asing, sudah ada yang menukar” ungkapnya.

Tehitung pada tanggal 10 September, nilai tukar rupiah ke SGD, diangka 12800-12830, dan MYR 3890-3920. Sedangkan 17 September nilai tukar ke SDG 12850-12880 dan MYR 3900-3930.

Sementara Ketua Afiliasi Penukaran Valuta Asing (APVA), Amat Tantoso mengatakan rupiah saat ini tertekan dengan kabar revisi RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) yang dikabarkan tengah dibahas.

“Revisi itu kabarnya akan memperkuat pengawasan DPR terhadap BI, OJK, dan LPS, termasuk memberi hak DPR untuk mengevaluasi dan merekomendasikan pemberhentian pejabat di lembaga-lembaga tersebut. Ini mempengaruhi,” ujarnya.

Selain itu, kata Amat, rupiah juga tertekan terhadap dolar AS di tengah antisipasi pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang diperkirakan menahan BI Rate ke 5.00 persen.

“Serta hasil Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting September, pada Kamis dini hari yang diperkirakan memangkas Fed Fund rate (FFR) ke 4,25 persen,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi Y

 

 

Update