Jumat, 23 Januari 2026

Rupiah Melemah, Dunia Usaha Batam Waspada

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kawasan industri Batam di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar dan ringgit.
Pegawai Money Changer Banda Baru di Mega Mall Batam Center menghitung uang dolar Singapura, Senin (12/1). Lonjakan kurs mata uang asing memicu kewaspadaan di kalangan usaha Batam. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

Dolar & Ringgit Perkasa, Turis Asing Berpotensi Tumpah Ruah

batampos – Pelemahan tajam nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang asing dalam sepekan terakhir memicu kewaspadaan di kalangan dunia usaha Batam.

Berdasarkan data Kurs Transaksi Bank Indonesia (BI) per Senin, (19/1), nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) tercatat berada di level Rp16.964,40 per USD (kurs jual) dan Rp16.795,60 (kurs beli). Sementara itu, dolar Singapura (SGD) menguat ke Rp13.168,05 (jual) dan Rp13.031,97 (beli), sedangkan ringgit Malaysia (MYR) berada di kisaran Rp4.184,61 (jual) dan Rp4.137,87 (beli). Penguatan mata uang negara mitra dagang utama ini semakin menegaskan tekanan terhadap struktur biaya industri dan strategi keuangan dunia usaha di Batam.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, depresiasi rupiah membawa dua sisi bagi dunia usaha. Di satu sisi menguntungkan eksportir, namun di sisi lain menambah tekanan bagi perusahaan yang bergantung pada impor atau memiliki kewajiban utang dalam valuta asing.

BERITA SELENGKAPNYA BACA DI  harian.batampos.co.id

Update