
batampos – Peminat rumah susun sewa (Rusunawa) Pemko Batam Tanjunguncang 3 di Batuaji terus menurun dari waktu-waktu. Rusunawa yang berada di simpang PT Batamec ini semakin sedikit penghuni. Saat ini, tinggal sekitar 100-an hunian yang terisi.
Menurunnya minat warga untuk berdiam di rusunawa ini sebut Kepala UPT Rusunawa Pemko Batam Roni karena suplai air bersih yang kurang maksimal. Selama ini penghuni rusunawa di sana kewalahan dengan suplai air bersih. Air hanya mengalir di malam hari dan tidak bisa naik ke hunian lantai atas. Penghuni harus mengambil air dari lokasi bak penampungan yang ada di halaman rusun.
“Airnya masih bermasalah sampai saat ini. Tinggal sedikit penghuni,” ujarnya, Senin (22/8).
Rusunawa yang terisi hanya blok A bagian bawah yang memang dekat dengan lokasi bak penampungan air. Sementara blok lain termasuk blok F dan G yang selama ini dijadikan lokasi karantina PMI kosong sama sekali. “Air tak bisa naik sampai ke atas makanya tak ada penghuni,” kata Roni.
Secara umum sebut Roni, rusunawa tersebut sangat siap untuk menampung masyarakat atau pekerja yang membutuhkan tempat tinggal. Namun karena kendala suplai air minum tadi maka minim sekali warga yang berminat. Warga hanya mau menempati blok rusunawa bagian bawa yang memang dekat dengan bak penampungan air bersih.
“Tak ada masalah lain. Untuk harga sewa masih terjangkau sesuai perwako. Keamanan cukup aman. Cuman masalah suplai air bersih ini yang jadi masalah,” katanya.
Untuk diketahui sesuai dengan perwako, harga sewa Rusunawa Pemko Batam adalah lantai satu sebesar Rp 400 ribu, lantai dua sebesar Rp 385 ribu, lantai tiga sebesar Rp 370 ribu dan lantai empat sebesar Rp 355 ribu per bulan. (*)
Reporter : Eusebius Sara



