
Pagi Hari Sudah Ada Pelanggan Menunggu
Siapa tak tahu akan makanan lezat bernama ketoprak? Ketoprak merupakan makanan berbumbu kuah kacang itu bisa dengan mudah ditemukan di Melchem, Tanjung Sengkuang, Batam.
BACA JUGA: Dewi Asriani, Pemilik Zahran Cake
Rasa makanan membuat seseorang sering ketagihan. Menariknya, makanan ini juga sangat sehat dan harganya cukup terjangkau untuk semua kalangan yaitu Rp 15.000 per bungkus.
BACA JUGA: Indra Hidayat, Pemilik Warung Prasmanan Mama Kembar
”Hampir sama dengan pecel di daerah lain, ketoprak menjadi makanan yang sudah menjamur dan disukai semua lapisan masyarakat. Ketoprak terbuat dari irisan ketupat dan tauge yang kemudian disiram bumbu kacang,” sebut Pemilik Ketoprak Cirebon, Saiful Rohman di Seitering Melchem, Selasa (8/8/2023).
BACA JUGA: Sayidina Ali, Pemilik Ketupat Lontong Salero Sutan
Saiful menambahkan, agar semakin lezat, ketoprak ditambah dengan tahu goreng. Tahu ini digoreng tidak terlalu masak. Ketika warna tahu sudah agak menguning, cepat diangkat, dipotong-potong. Lalu dimasukan ke dalam adukan ketoprak lainnya.
Di samping itu papar bujangan ini, makan ketoprak akan semakin lengkap rasanya bila ditambah dengan kerupuk. Kerupuk tidak perlu yang mahal. Kerupuk ikan, kerupuk merah pun sudah cukup. Bisanya ada pelanggan yang bertanya bila ketoprak yang mereka beli tidak diberi kerupuk.
Saiful melanjutkan, usaha ini mulai beroperasi mulai pukul 10.00 WIB sampai 24.00 WIB setiap hari sejak 20 tahun lalu. Setiap hari, pada saat akan membuka usaha, sudah ada pelanggan yang menunggu untuk berbelanja. Praktis, mereka tidak pernah kekurangan pelanggan. Pada tahun 2019 terjadi wabah Pandemi Covid-19. Banyak pedagang menengah dan besar mengeluh. Namun mereka hampir tidak terganggu. Omzet penjualan tetap ada. Ekonomi mereka tetap berjalan dan hidup.
Dilanjutkan Saiful, agar usaha yang dimiliki Boni, ayahnya itu bisa berjalan cepat dan lancar. gerobak tempat usaha mereka ditempatkan di tempat usaha. Ketika pulang, gerobak itu tidak ada isinya. Tempat usaha ini akan ada isi kembali ketika sudah mau beroperasi kembali.
Untuk bahan makan usaha ini, lanjut Saiful, mereka membawa tauge, kerupuk, tahu, kacang, juga kompor gas, gas melon dan lainnya dari rumah. Di tempat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) itulah kemudian, bahan-bahan makanan tadi diolah, digoreng menjadi ketoprak utuh.
Ketoprak ini, banyak dipesan warga untuk dibawa pulang. Namun, tidak sedikit juga pelanggan yang memesan dan makan di tempat. Tempat usaha yang berada di tepi jalan membuat orang betah dan senang datang ke tempat usaha milik lelaki ini. Jadi. Sambil makan, pelanggan bisa melihat orang lalu-lalang, baik itu yang berjalan kaki, naik sepeda motor atau mobil di tengah malam yang indah di Melchem. (*)
Reporter: Suprizal Tanjung



