
batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan pelaksanaan salat Idul Fitri akan digelar dan dipusatkan di Dataran Engku Putri. Pelaksanaan salat Id akan dilaksanakan dengan protokol kesehatan (Protkes) yang ketat.
Seperti pakai masker, rajin cuci tangan, menggunakan hand sanitizer, hindari kerumunan. Dan sebisa mungkin kurangi mobilitas.
“Salat Id sudah diperbolehkan dan akan digelar lebih baik dari dua tahun belakangan, karena dampak Covid-19,” kata Rudi.
Status Batam saat ini yang sudah memasuki level 1, pelaksanaan semua kegiatan sudah diperbolehkan, termasuk salat idulfitri. Pelaksanaan akan digelar dengan penerapan protokol kesehatan.
Panitia akan mengatur pintu masuk dan keluar, serta menyediakan handsanitizer atau tempat cuci tangan. Warga yang ikut salat idulfitri berjamaah di Engku Putri wajib mengenakan masker.
“Masker jangan lupa, saya tidak ingin ada penyebaran. Satu lagi bawa alat salat agar ibadah bisa berjalan dengan aman dan nyaman,” katanya.
Pelaksanaan Salat Idulfitri di Batam akan digelar di lapangan dan masjid. Berdasarkan data 2022 ini, terdapat 529 titik salat yang tersebar di 12 Kecamatan Kota Batam.
Kepala Kantor Kementerian Agama Batam, Zulkarnain Umar mengatakan berdasarkan data beberapa masjid dan Musala bersatu dan menggelar salat terpusat.
Masjid dan Musala yang berdekatan dalam satu kecamatan bersepakat untuk menggelar salat idulfitri bersamaan. Bisanya salat digelar di lapangan, agar bisa menampung jemaah yang lebih banyak.
Ia merinci total titik salat yaitu, Kecamatan Belakang Padang 30 titik, Sekupang 41 titik, Batu Ampar 41 titik, Lubuk Baja 28 titik, Sei Beduk 38 titik, Nongsa 37 titik, Galang 44 titik, Bulang 21 titik, Batu Aji 38 titik, Sagulung 66 titik, Bengkong 62 titik, Batam Kota 83 titik
“Alhamdulillah salat idulfitri tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Karena kondisi perkembangan Covid-19 terus membaik. Tentu kita semua berharap tidak ada lagi kasus,” kata Zulkarnain, Kamis (28/4).
Untuk datangnya 1 Syawal masih menunggu sidang isbat yang digelar Kementerian Agama awal Mei mendatang. Untuk itu, pihaknya masih menunggu penetapan 1 Syawal.
Seperti biasa, nanti tim tetap akan diturunkan untuk memantau penampakan hilal mengikuti arahan dari Kementerian Agama. Ia berharap cuaca baik, dan tidak ada hujan. Sehingga pelaksanaan salat berlangsung khusuk.
“Tetap menunggu keputusan sidang isbat. Kami mengimbau kepada masyarakat yang ingin ikut ibadah salat idulfitri untuk tetap mengenakan masker,” katanya. (*)
Reporter: YULITAVIA



