Kamis, 29 Januari 2026

Sambut Tahun Ajaran Baru, Kerusakan Gedung SDN 013 Sekupang Akibat Puting Beliung Segera Diperbaiki

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Murid-murid SD Negeri 013 saat belajar. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Pihak SDN 013 Sekupang berharap perbaikan kerusakan gedung akibat puting beliung dapat segera dilakukan sebelum tahun ajaran baru dimulai. Dengan jumlah murid yang mencapai 1.690 orang, sekolah mendesak adanya tindakan cepat agar proses belajar mengajar tidak terganggu oleh kondisi bangunan yang membahayakan.

Kepala SDN 013 Sekupang, Musarman, menyampaikan bahwa laporan kerusakan beserta bukti foto telah diserahkan kepada Dinas Pendidikan Kota Batam. “Kami sudah serahkan semua laporan. Sekarang kami tinggal menunggu tindak lanjutnya. Harapan kami tentu saja perbaikan bisa dilakukan secepat mungkin,” ujarnya, Selasa (20/5).

Kerusakan tersebut terjadi akibat bencana angin puting beliung yang melanda kawasan Marina, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, pada Rabu (30/4) lalu. Selain merusak rumah warga, angin kencang itu juga menghantam bangunan sekolah hingga menyebabkan atap kanopi dan plafon kelas rusak berat.

“Bagian depan sekolah rusak total, atap kanopi roboh. Plafon kelas di lantai dua juga lepas semua. Kalau hujan dan angin kembali turun, ruang kelas bisa kebanjiran,” jelas Musarman.

Tidak hanya itu, kerusakan juga ditemukan di lantai tiga gedung sekolah. Sejumlah atap spandek terangkat bahkan sempat beterbangan akibat terjangan angin. Situasi saat kejadian disebut sangat menegangkan bagi guru dan siswa yang tengah berada di sekolah.

Saat petir pertama terdengar, pihak sekolah langsung meminta seluruh siswa untuk masuk ke dalam ruangan. Tak lama berselang, angin kencang datang dan merobohkan kanopi sekolah. Beberapa atap rumah warga dari Perumahan Victoria juga sempat terlempar ke dalam area sekolah.

“Syukurnya tidak ada korban. Anak-anak sudah berada di dalam ruangan saat angin datang,” ujar Musarman.

Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut. “Sudah kami buatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan ajukan untuk perbaikannya dari perubahan APBD,” jelasnya.

Musarman berharap pemerintah daerah dapat memprioritaskan perbaikan bangunan sekolah demi menjamin kenyamanan dan keselamatan siswa. “Jumlah siswa kami banyak, dan mereka butuh ruang belajar yang layak. Semoga sebelum tahun ajaran baru, perbaikan bisa selesai,” ucapnya.

Saat ini, kegiatan belajar mengajar masih berjalan seperti biasa meski dalam keterbatasan. Namun pihak sekolah terus berjaga-jaga bila terjadi hujan atau angin susulan yang bisa membahayakan siswa dan guru. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update