Kamis, 5 Februari 2026

‎Sampah Dibakar di Banyak Titik Batam, Sekda Panggil Camat karena Kadis DLH Sulit Dihubungi

spot_img

Berita Terkait

spot_img


Tumpukan sampah dibakar warga karena tidak diangkut oleh DLH. F M Syah’ban./Batam Pos

batampos – Persoalan sampah di Kota Batam masih jauh dari kata tuntas. Janji Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk menyelesaikan masalah sampah demi mencegah banjir dan menjaga lingkungan dinilai warga belum terlihat nyata di lapangan.

‎Pantauan Batam Pos, tumpukan sampah masih memenuhi sejumlah ruas jalan di berbagai wilayah kota, muali dari Kecematan Sagulung hingga Sekupang. Bahkan, dalam satu hari tercatat sedikitnya tiga titik kebakaran sampah yang dipicu oleh penumpukan limbah rumah tangga di badan jalan.

‎Di kawasan Marina City, Tanjung Riau, Sekupang, Senin (2/2) sore, tumpukan sampah terbakar dan menghanguskan limbah rumah tangga serta semak belukar. Kepulan asap hitam pekat membubung tinggi dan menyelimuti ruas jalan utama, mengganggu aktivitas pengguna jalan.

‎Berdasarkan keterangan warga setempat, satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Api baru berhasil dipadamkan setelah sekitar satu jam proses pemadaman.

‎Kondisi serupa juga terjadi di Sungai Lekop, Kecamatan Sagulung. Di kawasan ini, tumpukan sampah sengaja dibakar di dua titik berbeda, tepatnya di sekitar Jalan Utama Sei Binti. Sampah terlihat berserakan di badan jalan, sementara asap tebal menutupi pandangan dan membahayakan pengendara.

‎Adrian, warga Sei Lekop, mengatakan persoalan sampah tersebut telah berlangsung selama berbulan-bulan. Menurutnya, warga terpaksa membuang sampah ke pinggir jalan karena tidak ada armada pengangkut sampah yang masuk ke permukiman mereka.

‎“Kami sempat rencana iuran supaya ada mobil sampah masuk ke perumahan, tapi sampai sekarang belum juga terlaksana,” ujar Adrian kepada Batam Pos.

‎Situasi tak kalah memprihatinkan terjadi di sekitar kawasan Horizon Industri. Tumpukan sampah rumah tangga di lokasi itu kerap dibakar, memunculkan asap putih tebal yang mengganggu aktivitas pengguna jalan, yang mayoritas merupakan pekerja industri.

‎Akibat asap yang menutup jarak pandang, kecelakaan lalu lintas sempat terjadi beberapa hari lalu. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh karena tidak dapat melihat kondisi jalan dengan jelas.

‎“Asapnya sangat mengganggu. Pernah ada karyawan pulang kerja sore kecelakaan karena jalan tertutup asap,” kata seorang warga.

‎Padahal, pembakaran sampah di ruang terbuka dilarang dalam Peraturan Daerah tentang pengelolaan sampah di Kota Batam, karena berpotensi mencemari lingkungan, mengganggu kesehatan, serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.

‎Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, menyatakan akan segera memanggil pihak kecamatan, khususnya Camat Sagulung, untuk meminta penjelasan dan percepatan penanganan di lapangan.

‎“Saya akan panggil camat besok,” tegas Firmansyah saat ditemui di Kantor DPRD Kota Batam usai rapat paripurna, Selasa (3/1) sore.

‎Saat ditanya mengapa tidak langsung memanggil Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Firmansyah mengaku langkah tersebut diambil karena lokasi kejadian berada di wilayah kewenangan kecamatan,

‎“Karena lokasinya di Sungai Lekop, saya minta camat supaya lebih cepat. Kata kalian tadi kepala dinasnya sulit dihubungi,” ujarnya.(*)

ReporterM. Sya’ban

Update