Sabtu, 14 Maret 2026

Sampah Dibakar di Dua Titik di Sagulung, Camat Akui Pembakaran Sudah Lama Terjadi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sampah yang menumpuk dan tak terangkut akhirnya dibakar arga di Sagulung. (F. Sya’ban)

batampos – Tumpukan sampah menggunung di dua titik di Kecamatan Sagulung, tepatnya di Jalan Seroja dan di depan PT KSB, Sungai Lekop. Kondisi tersebut diperparah dengan pembakaran sampah yang memicu api membesar dan asap tebal, mengganggu aktivitas warga maupun pengendara yang melintas di lokasi tersebut.

Ilham, warga sekitar, mengatakan sampah menumpuk karena pengangkutan dari rumah ke rumah sudah tiga pekan tidak berjalan. Warga akhirnya mencari alternatif tempat pembuangan sementara.

“Karena sampah tidak diangkut, warga bingung mau buang ke mana. Jalan Saroja itu jadi pilihan terakhir,” ujarnya kepada Batam Pos, Senin (10/11).

Baca Juga: Moratorium Lahan Sudah Dicabut, Penyaluran Menunggu Finalisasi LMS

Lebih jauh, pantauan Batam Pos pada Senin sore menunjukkan bahwa sebagian sampah di kawasan tersebut juga dibakar. Asap hitam mengepul dan sesekali menutup pandangan pengguna jalan.

Ilham menilai pembakaran dilakukan sebagai upaya mengurangi volume sampah yang sudah menutup sebagian badan jalan. “Yang bakar ini oknum, kami juga tidak tahu siapa. Tapi alasannya jelas, sampah sudah menumpuk parah dan tidak diangkut, jadi dibakar untuk mengurangi volumenya,” katanya.

Ia berharap pemerintah memberikan solusi konkret untuk persoalan sampah di Sagulung.
“Masalah sampah ini sudah lama. Masa pemerintah tidak punya solusi? Hampir semua perumahan bau busuk karena sampah menumpuk,” keluhnya.

Camat Sagulung, M. Arfie Eranov S, membenarkan adanya penumpukan serta pembakaran sampah oleh oknum warga. Ia menyebut pihak kecamatan telah melakukan patroli rutin, namun kesadaran masyarakat masih menjadi kendala.

Baca Juga: Jalan Tanjung Riau Banyak Lubang, Warga Minta Diperbaiki dan Tambah Penerangan

“Pembakaran di area itu memang sudah lama dilakukan oknum masyarakat. Kami patroli rutin, tetapi kadang saat kami datang orangnya sudah kabur,” ujar Arfie saat dihubungi Batam Pos, Selasa (11/11) pagi.

Menurutnya, akar masalah berada pada keterbatasan armada pengangkut sampah.
“Permasalahan utamanya, sampah di situ tidak diangkut karena kendala kendaraan pengangkut. Armada terbatas, jadi pengangkutan terhambat,” jelasnya.

Arfie mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk percepatan penanganan. (*)

 

Reporter: M. Sya’ban

SALAM RAMADAN