
batampos – Pemerintah Kecamatan Sekupang mengerahkan puluhan armada untuk membersihkan tumpukan sampah rumah tangga yang mengular di sepanjang ruas jalan dekat Kawasan Industri Sekupang. Langkah ini dilakukan menyusul keluhan warga terkait bau menyengat, gangguan lalu lintas, serta dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Camat Sekupang, Ersan, mengatakan pembersihan dilakukan secara intensif sejak pagi hari. Hingga siang ini, sebanyak 3 rit alat berat, 10 rit kendaraan roda 10, dan 23 rit truk roda enam telah diturunkan untuk mengangkut sampah dari lokasi tersebut.
“Kegiatan pembersihan dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Saat ini masih berlangsung dan mudah-mudahan sore ini sudah selesai,” ujar Ersan saat ditemui di lokasi, Minggu (21/12).
Baca Juga: Tumpukan Sampah Mengular di Jalan Dekat Kawasan Industri Sekupang, Warga Keluhkan Bau Menyengat
Pantauan Batam Pos, sebagian besar sampah telah diangkut dan dibawa ke TPA Punggur. Area yang sebelumnya dipenuhi tumpukan karung dan kantong plastik kini mulai terlihat bersih. Bahkan, kawasan pantai di sekitar lokasi yang sempat terdampak juga sudah mulai tertata.
Namun demikian, warga menilai pembersihan saja belum cukup jika bin kontainer milik DLH masih tetap ditempatkan di lokasi tersebut. Keberadaan TPS di area itu dinilai menjadi pemicu utama pembuangan sampah ilegal.
Warga meminta agar bin kontainer dipindahkan karena lokasinya berada di kawasan industri, titik persimpangan jalan, serta berdekatan dengan permukiman warga. Kondisi tersebut dinilai tidak tepat karena menimbulkan bau tak sedap, mengganggu aktivitas industri, serta membahayakan pengguna jalan.
“Kalau sekarang memang sudah diangkut, tapi kalau bin masih diletakkan di sini, orang pasti buang sampah lagi. Kami minta bin kontainer dipindahkan semua dan lokasi ini ditutup total,” ujar Iwan, seorang warga.
Selain itu, warga juga mengusulkan agar akses menuju kawasan industri dipasangi portal, guna mencegah kendaraan roda tiga yang kerap membuang sampah pada malam hari.
“Kalau sudah pakai portal, kendaraan roda tiga yang biasa buang sampah malam hari tidak bisa masuk lagi. Ini sudah beberapa kali kami goro disini, setiap kali dibersihkan masih saja ada yang buang, kami minta dipindah lah semua bin ini,” tegas Ali warga lainnya.
Sebelumnya, tumpukan sampah rumah tangga tampak mengular di bahu jalan hingga memakan sebagian badan jalan. Bau menyengat tercium terutama pada siang hari, sehingga memaksa kendaraan melintas memperlambat laju. Sampah juga berserakan akibat angin dan aktivitas bongkar muat.
Sejumlah warga mengeluhkan kondisi tersebut karena dinilai mencoreng citra kawasan industri dan berpotensi menimbulkan penyakit, terutama di musim hujan.
“Bagaimana Kota Batam bisa bersih kalau sampah dibiarkan menumpuk seperti ini, apalagi lokasinya dekat kawasan industri,” kata Anita, warga yang melintas di lokasi. (*)



