
batampos – Kekurangan ruang kelas dan guru pengajar masih menjadi kendala utama bagi siswa siswi di SD 006 Lokal Jauh Pulau Bertam, Kelurahan Kasu, Kecamatan Belakang Padang. Bahkan, sekolah yang ada di ujung Pulau Belakang Padang itu hanya memiliki empat ruang sekolah dan empat orang tenaga pengajar.
Satu orang guru di sekolah ini harus mengajar dua kelas dalam waktu bersamaan. Selain itu SD 006 lokal jauh Pulau Bertam sampai saat ini juga masih belum memiliki ruangan untuk majelis guru.
“Guru kita saat ini ada empat orang pak. Dua PNS dan dua honorer,” ujar Norma, Wakil Kepala Sekolah SD 006 Lokal Jauh Pulau Bertam, Selasa (7/6).
SD 006 Lokal Jauh Pulau Bertam sendiri memiliki 65 orang siswa, dari kelas 1 sampai kelas 6. Siswa ini merupakan anak-anak dari tiga pulau di Kelurahan Kasu yakni Pulau Bertam, Gara dan Pulau Lingka.
“Ya kalau harapannya ada tmbahan guru dan kami minta kantor sekolah, sebab ruangannya hanya ada kelas saja,” ujar guru yang sudah mengajar sejak tahun 2001 tersebut.
Menurut Norma, bagi anak-anak yang berasal dari Pulau Gara dan Lingka harus naik sampan untuk sampai ke Pulau Bertam. Terkadang ada juga hambatan saat terjadi pasang surut menyebabkan air kering. Sehingganya anak-anak dari dua pulau tersebut tidak bisa berangkat ke sekolahnya.
“Kendala lain ya pas air kering ataupun saat hujan lebat banyak orang tua yang tidak mau ngantar anaknya ke sekolah,” ungkap Norma.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan membenarkan saat ini masih banyak sekolah yang masih kekurangan guru dan kelas. Terlebih lagi sekolah yang berada di daerah hinterland. “Memang permasalahan kita di hinterland saat ini guru dan kelas. Namun begitu dua hal ini tetap menjadi prioritas utama, sehingga anak-anak di pulau bisa belajar lebih baik,” ujarnya.
Terkait ruang kelas sendiri dilanjutnya sudah masuk pembahasan Dinas Pendidikan Kota Batam. Namun begitu pembangunan ruang kelas baru ini tidak bisa serta merta langsung dibangun.
“Mudah-mudahan di tahun depan kita bisa tambah kelas lagi, sehingga tak ada lagi satu ruangan diisi dua kelas,” pungkasnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra



