
batampos – Aktivitas pemotongan lahan di kawasan Kaveling Sei Tering, Batuampar menyebabkan puluhan rumah tertimbun lumpur dan bebatuan. Aktivitas yang dilakukan PT Jutam tersebut berlangsung tanpa adanya sosialisasi dengan warga maupun perangkat RT/RW.
“Sebelumnya perusahaan tidak ada komunikasi. Setelah kejadian (banjir lumpur) ini baru datang,” ujar Riri, salah seorang warga.
Ia menyayangkan tidak adanya sosialisasi tersebut. Seharusnya, hal ini bisa diantisipasi dengan membangun saluran air yang memadai di sekitar proyek.
“Perusahaan mau untung saja, kalau sudah ada masalah seperti ini yang dirugikankan warga sekitar,” katanya.
Ia menilai lumpur dan bebatuan tersebut menimbun sekitar 20 rumah. Namun, pihak PT Jutam berjanji akan mengganti seluruh kerugian yang dialami warga.
“Katanya ada ganti rugi. Dari kemarin juga warga sudah gotong royong membersihkan,” ungkapnya.
Sementara Ketua RW 7, Siti Fatimah menyayangkan adanya peristiwa ini. Menurut dia, warga sudah mempertanyakan aktivitas pemotongan lahan tersebut sejak awal beroperasi.
Baca Juga: Lumpur dari Bukit Timbun Puluhan Rumah di Batuampar, Warga Hadang Truk Perusahaan
“Dulu sudan kami pertanyakan, tidak pernah dibalas,” ujarnya.
Ia berharap peristiwa ini menjadi perhatian bagi pemerintah atau BP Batam. Sehingga kejadian ini tidak terulang lagi saat hujan deras melanda.
“Ini baru pertama kali terjadi setelah puluhan tahun. Jadi kami minta perhatian pihak yang berwenang,” tutupnya. (*)



