Senin, 16 Maret 2026

Sekolah di Batam Masuk 25 Besar Terbaik di Sumatera Versi UTBK

Pelajaran Sulit Dibahas Malam Hari, Perkuat Siswa dengan Bimbel

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Siswa-siswi SMAN 3 Batam mengikuti proses belajar tatap muka. SMA 3 Batam salah satu yang terbaik di Sumatera. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menyusun pemeringkatan berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2021. Hasilnya beberapa sekolah di Kepri, masuk dalam 25 besar terbaik di Pulau Sumatera.

FISKA JUANDA, Batam

DARI 25 sekolah terbaik di Sumatera berdasarkan hasil UTBK itu, SMAS Unggul Del di Kabupaten Toba Samosir, Sumatra Utara, masih tetap yang terbaik. Bahkan, secara nasional, SMAS Unggul Del berada di peringkat tiga nasional dengan nilai total UTBK 630,177.

Namun, jika secara nasional, sekolah binaan Menko Martim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan ini, masih harus mengakui keunggulan SMAN Unggulan MH Thamrin di peringkat satu dan SMAN 8 Jakarta di peringkat kedua.

Di Sumatera, setelah SMAS Unggul Del, ada SMAN 1 Sumatra Barat, Kota Padang Panjang di urutan kedua (peringkat 42 nasional) dengan nilai total UTBK 588,361. Menyusul SMAS Sutomo 1 Sumatra Utara (peringkat 52 nasional) dengan nilai total UTBK 584,801.

Sementara di Kepri, hanya ada tiga sekolah yang masuk 25 besar terbaik se-Sumatera, yakni MAN Insan Cendekia Kota Batam di peringkat 9 (peringkat 126 nasional) dengan total nilai UTBK 569,553.

Kemudian SMAS Katolik Yos Sudarso Batam diurutan 11 (peringkat 135 nasional) dengan nilai total UTBK 566,848. Lalu ada SMAN 3 Batam di peringkat ke-22 (peringkat 192 nasional) dengan nilai total UTBK 557,721.

Hasil yang baik dari UTBK sekolah-sekolah ini bukan tercipta secara instan. Namun, ada berbagai proses yang harus dilalui siswa dan guru-guru, untuk mendapatkan hasil terbaik.

Kepada Batam Pos, perwakilan sekolah menceritakan kiat-kiat siswanya untuk bisa maksimal di UTBK. Wakil Kepala Sekolah MAN IC, Biang Akademik J Marsal mengatakan, proses belajar mengajar yang mereka terapkan, hampir sama dengan sekolah lainnya.

“Kami melakukan persiapan, jauh lebih awal. Agustus dan September itu, persiapan sudah di mulai. Tidak hanya siswa saja yang dipersiapkan, guru-guru juga. Sebelum siswa mendapatkan program pemantapan, guru terlebih dahulu mendapatkan pengembangan,” kata Marsal, Sabtu (30/5).

Apa yang didapat para guru dalam program pengembangan itu, barulah dibagikan ke siswa-siswi MAN IC.

Ia mengatakan, proses belajar mengajar, tidak ada menggunakan metode yang berbeda. Hanya saja, MAN IC yang berbasis boarding school, sehingga ada pemantapan pelajaran di malam hari.

“Di malam hari itu, didiskusikan apa yang belum dipahami siswa atau soal-soal yang dirasa sulit. Kami tidak hanya mendapatkan dari siswa saja, tapi juga mengamati dan mengawasi. Apa kekurangan siswa, kami tambahkan,” ungkap Marsal.

Tahun lalu ada 94 siswa MAN IC yang mengikuti UTBK. Hampir semuanya diterima di universitas ternama, baik di luar negeri maupun dalam negeri. Lulusan MAN IC tahun 2021 berkuliah di Universitas Teknologi Malaysia, Istanbul University, ITB, UI, UNRI, Airlangga, Unpad, USU, Umrah.

“Per kelasnya, hanya ada 24 siswa. Tahun ini siswa yang mengikuti UTBK sebanyak 93 orang,” ungkapnya.

Terkait prosedur masuk MAN IC, Marsal mengatakan calon siswa haruslah mendapatkan rekomendasi sekolah asal serta memiliki peringkat terbaik. Setelah itu, calon siswa MAN IC akan mengikuti tes masuk.

“Pelajaran umumnya sama, hanya porsinya saja berbeda. Pelajaran agama, kami belajar kitab kuning juga,” ujar Marsal.

Sementara itu, SMAN 3 Batam, yang ada di peringkat 22. Kepala Sekolahnya, Vivi Kusuma Effendi mengaku tidak ada rahasia, dari metode pembelajaran para guru di SMAN 3 Batam.

“Saya yakin, semua guru memiliki metode berbeda-beda. Kami, guru-guru di SMAN 3 Batam, memang melakukan pendekatan dengan siswa,” ungkapnya, Senin (30/5).

Pendekatan ini dilakukan untuk mengugah dan membangkitkan minat siswa, untuk bisa melanjutkan sekolahnya ke jenjang lebih tinggi. Para guru di SMAN 3 Batam, kata Vivi, selalu mengingatkan siswanya, akan target-target yang mereka tetapkan.

“Kami selalu ingatkan juga, bahwa SMA ini tidak putus. Harus lanjut ke jenjang lebih tinggi,” ujar Vivi.

Agar bisa lulus universitas tujuan siswa, tentu bukan hal yang mudah. Para guru membimbing dengan menyampaikan soal-soal, yang selalu keluar di UTBK. Soal-soal tersebut dibahas, agar siswa lebih memahami dan gampang menghadapinya jika menemukannya di UTBK.

“Kami dorong anak-anak, harus memiliki target pribadi. Sekolah memang tidak menyediakan waktu yang banyak, kami mendorong agar bisa mencari pembelajaran lebih melalui youtube, internet atau bimbel,” ujarnya.

Motivasi siswa-siswa ini juga dibangkitkan dengan kunjungan alumni SMAN 3 Batam, yang lulus di beberapa universitas ternama. “Para senior mereka ini, saat datang selalu membawa soal-soal UTBK, dan memotivasi adik–adiknya,” tutur Vivi.

Latihan-latihan khusus juga dilakukan, untuk soal-soal yang sering muncul di UTBK. “Kekurangan siswa, juga akan ditingkatkan. Guru-guru akan memberikan penekanan, apa yang perlu diperbaiki,” ucap Vivi.

Dii UTBK 2021, Vivi mengaku ranking SMAN 3 Batam turun. Hal ini disebabkan jumlah siswa yang semakin banyak. “Namun, saya harap tahun ini dan tahun depan bisa lebih baik,” kata dia.

Vivi yang akan pensiun di Juni mendatang berharap kualitas SMAN 3 Batam tetap terjaga. Sistem yang sudah dibangun, bisa terjaga dan terus ditingkatkan. Sehingga, kualitas SMAN 3 Batam menjadi lebih baik.

“Alumni SMAN 3 Batam itu banyak di Brawijaya, ITB, UI, Unpad, UGM, Airlangga, dan beberapa universitas lainnya. Selain itu, juga ada yang menempuh sekolah kedinasan seperti AKPOL, STAN,” ungkap Vivi.

Sementara, SMAS Katolik Yos Sudarso Batam memang sudah dikenal selalu menjadi yang terbaik dengan menghasilkan lulusan terbaik yang mampu diterima di berbagai perguruan tinggi ternama di tanah air maupun di luar negeri. (***)

SALAM RAMADAN