Kamis, 15 Januari 2026

Sekolah di Batam Terima Smart TV hingga Laptop

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Guru dan siswa menggunakan smart TV interaktif dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah Kota Batam.
Sekolah-sekolah di Kota Batam mulai menggunakan smart TV interaktif dan laptop bantuan Kemendikdasmen dalam program digitalisasi pembelajaran 2025, sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto memperkuat kualitas pendidikan nasional. F. kemendikdasmen

batampos – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan sebanyak 288.865 sekolah di seluruh Indonesia siap melaksanakan digitalisasi pembelajaran pada tahun 2025.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat transformasi pendidikan berbasis teknologi digital di seluruh daerah.

Kemendikdasmen tidak hanya menyalurkan perangkat, tetapi juga memastikan media pembelajaran digital yang dikirimkan telah terpasang konten pembelajaran sehingga dapat langsung dimanfaatkan oleh guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.

Di Kota Batam, program digitalisasi pembelajaran mulai direalisasikan melalui penyaluran berbagai perangkat penunjang. Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Disdik Kota Batam, Yusal, mengatakan, program ini mencakup penyaluran Interactive Flat Panel (IFP) atau Smart TV, laptop, serta media penyimpanan konten pembelajaran berupa external hard disk (HDD).

“Digitalisasi pembelajaran ini tidak hanya sebatas pemasangan smart TV. Perangkat yang disalurkan sudah terintegrasi, mulai dari TV interaktif, laptop, hingga media penyimpanan konten pembelajaran,” ujar Yusal, Jumat (26/12).

Ia menjelaskan, penyaluran perangkat ke sekolah-sekolah di Batam dilakukan secara bertahap. Setiap sekolah penerima mendapatkan satu unit TV interaktif lengkap dengan laptop dan HDD.

“Beberapa waktu lalu smart TV sudah disalurkan. Selanjutnya, sejumlah sekolah juga menerima laptop. Penyaluran ini mencakup semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA,” jelasnya.

Selain distribusi perangkat, Kemendikdasmen juga menyiapkan bimbingan teknis (bimtek) bagi guru dan sekolah penerima. Pelatihan ini bertujuan agar tenaga pendidik mampu mengoptimalkan fitur digital yang tersedia sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif.

“Sasaran program ini bukan hanya menyalurkan perangkat, tetapi memastikan sekolah mampu memanfaatkannya secara maksimal. Dari guru di kota besar hingga sekolah di pelosok, semuanya harus mampu menjalankan kelas digital secara efektif,” katanya. (*)

Update