
batampos – Sekolah Negeri di Kota Batam terpaksa menerapkan sistem pembelajaran dua sif. Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, dirinya mengambil kebijakan tersebut sebagai solusi agar siswa yang tidak tertampung tetap belajar di sekolah negeri.
Ia menjelaskan, penerimaan PPDB saat ini sudah berakhir. Untuk semua jenjang sekolah negeri akan menerapkan kebijakan yang sama.
Tahun lalu, pihaknya bahkan, menambah sekolah, meskipun belum ada gedungnya. Hal ini demi menampung semua siswa yang sangat berminat ke negeri.
Meskipun tidak diterima, namun faktanya mereka tetap ingin bersekolah di negeri. Sebagai kepala daerah, tentu ia harus memberikan solusi. Salah satunya dengan menerapkan belajar dua sif.
“Jadi siswa belajar pagi dan siang. Mereka nanti dibagi menjadi dua sif. Teknisnya akan diatur Dinas Pendidikan, dan sekolah masing-masing. Intinya masalah ini terselesaikan,” sebutnya.
Mengenai kebutuhan guru yang tentunya cukup berdampak akibat penambahan Rombel ini, Rudi menjelaskan sementara ini akan memaksakan sumber daya manusia yang ada.
Pihaknya tidak akan melakukan perekrutan guru, namun akan mengatur jam mengajar guru.
“Nanti guru mengajar pagi dan siang. Jadi nanti akan diatur semua, selagi tidak menyalahi waktu mengajar mereka. Saya rasa sekolah sudah paham akan kondisi ini. Sebab sudah terjadi setiap tahun ajaran baru dimulai,” jelasnya.
Rudi menegaskan, Pemerintah Kota Batam berupaya memenuhi hak pendidikan anak. Wajib belajar merupakan hak semua anak. Untuk itu, pemerintah akan berupaya mendukung terlaksananya hal tersebut.
Langkah ke depan tentu, pemerintah berupaya memenuhi dan menambah fasilitas pendidikan agar bisa memenuhi kebutuhan pendidikan di Batam ini.
Untuk penerapan penambahan Rombel ini akan dibahas bersama pihak sekolah, Disdik dan orangtua sekaligus.
“Kita akan membahas ini, kalau kelebihan siswa ya, harus menambah gurunya atau kelasnya. Tentu kita minta minta dukungan. Anggaran tidak bisa kita tambah sekarang, rombel yang ada dimanfaatkan. Belajar pagi dan sore tetap pakai ruangan yang sama,” terang Rudi.(*)
Reporter: Yulitavia



