Sabtu, 11 April 2026

Sekolah Swasta di Batam Didorong Lebih Awal Buka PPDB

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Salah seorang siswa SD di Kota Batam sedang mengecek suhu tubuhnya sebelum masuk ke sekolahnya. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam memberikan kesempatan sekolah swasta menerima siswa lebih awal pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.

Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, mengatakan, kesempatan untuk menerima peserta didik lebih awal merupakan antisipasi, agar sekolah swasta bisa bertahan dan tidak menutup operasional sekolah mereka.

”Sekolah banyak. Namun kalau semua lari ke sekolah negeri, nanti swasta tutup. Akibatnya pendaftaran ke negeri semua, padahal daya tampung terbatas,” kata dia.

Menurutnya, jika sekolah swasta kesulitan mendapatkan siswa, maka kelanjutan operasional sekolah juga terkendala. Untuk saat ini, tidak sedikit sekolah yang bertahan meskipun muridnya tidak banyak.

”Kami apresiasi sekolah yang mampu bertahan. Untuk itu, jika semua ke sekolah negeri kasihan sekolah swasta, padahal niat mulia mereka untuk memajukan pendidikan di Batam sangat tinggi,” sebutnya.

Mengenai saya tampung sekolah negeri mulai SD dan SMP tahun ini, Hendri menjelaskan, pihaknya masih menghitung dan menunggu laporan dari masing-masing sekolah.

Nantinya pihak sekolah akan melaporkan berapa kelas yang bisa mereka tampung.

”Biasanya untuk SD mereka bisa tampung satu sampai dua kelas, dengan jumlah siswa per kelas mulai dari 28 orang dan maksimal 32 orang. Begitu juga dengan tingkat SMP biasanya buka dua hingga empat kelas,” jelasnya.

Beberapa sekolah yang baru dibangun juga belum memiliki jumlah ruang kelas yang banyak. Sebab, untuk tahap awal pembangunan masih mendasar dan terdiri dari beberapa kelas. Sebagian ruang kelas diisi siswa yang sebelumnya menumpang di sekolah lain.

”Jadi tetap saja daya tampung terbatas. Saya berharap pendaftar ke negeri tidak melebih kuota yang disediakan sekolah,” harap Hendri.

Ia menilai, jika jumlah satu kelas melebih kuota, maka akan berdampak terhadap optimalisasi dalam proses belajar mengajar. Kemampuan guru dalam mengajar dalam kelas juga berdampak terhadap efektivitas belajar.

”Kalau siswa kebanyakan nanti tidak maksimal serapan ilmu yang disampaikan. Untuk itu tidak ada salahnya jika orangtua memilih sekolah swasta,” imbuhnya.

Untuk kuota siswa serta rombongan belajar (rombel), juga masih dihitung. Berdasarkan data tahun lalu, tingkat SD menyediakan 314 rombel dengan total daya tampung mencapai 11.260 siswa.

Sedangkan untuk tingkat SMP berdasarkan data tahun lalu total rombel SMP negeri sebanyak 1.255 dengan total daya tampung mencapai 10.836 siswa.(*)

Reporter: Yulitavia

UPDATE