
batampos – Memasuki semester kedua, pembukaan sekolah masih terbatas dan belajar tatap muka belum dibuka 100 persen. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
Menurutnya, pembukaan belajar tatap muka saat ini masih menyesuaikan dengan ketentuan yang dikeluarkan tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan dan Pengendalian Covid-19. Saat ini Batam masih berada dalam penerapan PPKM level 1. Hal ini berarti jumlah kapasitas siswa di kelas masih berkisar 50 persen.
“Jadi belum 100 persen memang. Karena kami masih harus berhati-hati soal keselamatan dan kenyamanan anak di sekolah,” kata dia, Selasa (4/1).
Amsakar menjelaskan beberapa daerah memang ada yang sudah siap dan menerapkan belajar tatap muka 100 persen, namun Batam masih menunggu arahan, dan melihat kondisi dan keadaan serta perkembangan kasus Covid-19 di Batam.
Angka kasus memang bisa katakan turun, bahkan cenderung tidak aktif, walaupun masih ada temuan kasus satu hingga dua orang. Kendati demikian, pihaknya sangat bersyukur kondisi cukup kondusif. Bersama dengan FKPD, dan pihak terkait, laju kasus bisa ditekan.
“Alhamdulillah, belum ada varian baru, meskipun Batam menjadi salah satu pintu masuk bagi pemulangan PMI. Ancaman gelombang ketiga tetap harus diwaspadai,” ujarnya.
Untuk itu, sementara waktu pembelajaran tatap muka masih digelar terbatas. Ia berharap kondisi ini terus membaik, sehingga semua aktivitas bisa kembali normal.
Amsakar menambahkan saat ini Batam masih berjuang dalam memulihkan keadaan. Belum adanya wisatawan mancanegara yang masuk ke Batam, membuat pertumbuhan ekonomi di Batam belum maksimal.
“Harapan kita tentu bisa seperti dulu. Namun dengan munculnya berbagai jenis varian baru, berhati-hati adalah keputusan yang baik untuk saat ini. Jangan sampai kita salah dan menyebabkan kasus kembali naik,” terang mantan pejabat Dinas Perdagangan dan Perindustrian Batam ini.
Ia mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, termasuk di sekolah. Guru diminta mengawasi jalannya belajar tatap muka ini. Meskipun masih terbatas, anak tetap harus diperhatikan, dan dipastikan bebas dari serangan virus ini.
“Bersama-sama kita jaga lingkungan pendidikan ini. Kalau sudah 100 persen kondisi pulih, pasti sekolah juga akan berdampak untuk sistem pembelajaran mereka,” tutupnya. (*)
Reporter : YULITAVIA



