Rabu, 7 Januari 2026

Selama Oktober 2025, Flu dan Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi anak demam. (jpg)

batampos– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat penyakit acute nasopharyngitis atau flu biasa serta hipertensi primer masih mendominasi kasus terbanyak yang diderita masyarakat di sepanjang bulan Oktober 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, mengatakan, berdasarkan laporan sepuluh besar penyakit terbanyak, flu biasa tercatat menempati urutan pertama dengan total 4.346 kasus, terdiri dari 2.133 pasien laki-laki dan 2.213 perempuan.

“Flu atau common cold masih menjadi penyakit paling banyak diderita warga Batam. Hal ini memang cukup umum terjadi, terutama di musim pancaroba dan perubahan cuaca ekstrem seperti sekarang,” ujar Didi, Minggu (2/11).

Posisi kedua ditempati oleh hipertensi primer dengan total 4.303 kasus, yang didominasi pasien perempuan sebanyak 2.920 orang, sedangkan laki-laki 1.383 orang. Didi menyebut tingginya kasus hipertensi dipengaruhi oleh gaya hidup masyarakat perkotaan yang kurang memperhatikan pola makan dan aktivitas fisik.

“Pola makan tinggi garam, kurang olahraga, serta stres menjadi faktor yang sering memicu tekanan darah tinggi. Kami terus mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa tekanan darah dan menjaga pola hidup sehat,” jelasnya.

Sementara itu, urutan ketiga ditempati oleh infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dengan 3.136 kasus, diikuti dispepsia atau gangguan lambung sebanyak 2.398 kasus, dan ISPA akut tidak spesifik sebanyak 1.959 kasus.

Kasus penyakit tidak menular lainnya juga masih cukup tinggi, seperti diabetes melitus non-insulin yang mencapai 1.241 kasus, dengan penderita perempuan lebih banyak dibanding laki-laki.

Selain itu, faringitis akut tercatat sebanyak 758 kasus, diare dan gastroenteritis sebanyak 683 kasus, nyeri otot atau myalgia (M79.1) sebanyak 681 kasus, serta pulpitis atau peradangan pada jaringan gigi sebanyak 638 kasus.

BACA JUGA: Batam Didera Influenza, Ribuan Warga Terinfeksi di Dua Pekan Terakhir

Didi menambahkan, data tersebut menjadi perhatian serius pihaknya, terutama menjelang musim hujan di akhir tahun, di mana kasus penyakit menular seperti flu, ISPA, dan diare berpotensi meningkat.

“Dinas Kesehatan sudah mengimbau seluruh puskesmas agar meningkatkan kewaspadaan dan pelayanan promotif-preventif. Masyarakat juga diminta menjaga daya tahan tubuh, memakai masker bila batuk atau pilek, dan memperbanyak konsumsi air putih,” katanya.

Ia menegaskan, Pemko Batam melalui Dinkes akan terus memperkuat layanan kesehatan primer, termasuk penyuluhan dan deteksi dini penyakit tidak menular di masyarakat.

“Pencegahan tetap lebih baik daripada pengobatan. Kami ingin masyarakat Batam lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga

Update