Minggu, 11 Januari 2026

Semangat Baru BKKBN di Kepri: Edukasi Keluarga dan Gizi Balita Jadi Prioritas

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji saat akan meresmikan Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau di Batam, Jumat (24/10). Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan keluarga sejahtera di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Hal tersebut disampaikan Wihaji usai meresmikan Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau di Batam, Jumat (24/10). Peresmian ini menjadi tonggak baru bagi pelaksanaan program BKKBN di daerah, sekaligus memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah dalam mewujudkan keluarga berkualitas.

“Ini kantor baru, semangatnya juga harus baru. Karena kantor baru berarti juga ada tugas baru,” ujar Wihaji.

Baca Juga: Sepanjang 2024, Lebih dari 2.000 Pasangan di Batam Bercerai, BKKBN Tekankan Pembinaan Keluarga

Usai peresmian, Wihaji juga meninjau langsung pelaksanaan sejumlah program prioritas BKKBN di lapangan. Sebelumnya, di Tanjungpinang, ia meninjau Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) dan Tempat Penitipan Anak (TPA) Asri di Jalan Kuantan, serta kegiatan Makanan Bergizi untuk Masyarakat Berkualitas (MBG).

Menurut Wihaji, salah satu fokus baru BKKBN saat ini adalah memastikan program MBG berjalan efektif, terutama untuk mendukung ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD. Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan MBG harus tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh kelompok penerima manfaat tersebut.

“Siapapun ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD selama ada Surat Penetapan Penerima (SPPG)-nya, wajib diberikan bantuan sesuai peruntukannya,” jelasnya.

Wihaji menambahkan, tugas pendistribusian bantuan tersebut dijalankan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang memiliki tiga peran utama, yakni mendata penerima manfaat, menyalurkan bantuan, serta melakukan evaluasi dan edukasi kepada keluarga sasaran.

“TPK menjadi ujung tombak kita di lapangan. Mereka tidak hanya menyalurkan bantuan, tapi juga memastikan edukasi berjalan agar ibu-ibu penerima manfaat benar-benar memahami pentingnya gizi seimbang dan kesehatan anak,” tambahnya.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, Wihaji menyebut pelaksanaan program MBG di Kepri berjalan baik. Dari sekitar 3.500 penerima bantuan, sebanyak 198 di antaranya merupakan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD.

“Secara keseluruhan saya lihat pelaksanaannya di lapangan bagus. Kebersihannya terjaga, proses penyaluran sesuai, dan penerima manfaat juga tepat sasaran,” ungkapnya.

Wihaji berharap, dengan adanya kantor baru dan semangat baru, pelaksanaan program BKKBN di Kepri semakin optimal. “Yang penting, semangatnya harus terus dijaga. Kita ingin keluarga Indonesia, termasuk di Kepri, semakin berkualitas dan sejahtera,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update