Senin, 26 Januari 2026

Semarak Imlek Mulai Terasa di Batam, Warga Berburu Angpau hingga Kue Khas

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Nuansa merah khas Tahun Baru Imlek mulai mendominasi pusat-pusat perbelanjaan di Kota Batam, seperti di Mall Batam City Square (BCS) pada Sabtu (24/1). F. Muhammad Sya’ban/Batam Pos

batampos — Nuansa merah khas perayaan Tahun Baru Imlek mulai terasa di pusat-pusat perbelanjaan Kota Batam. Sejak akhir pekan, warga tampak antusias berburu angpau, pernak-pernik dekorasi, hingga kue khas Imlek menjelang perayaan yang jatuh pada 17 Februari 2026.

Pantauan Batam Pos di Mall Batam City Square (BCS) menunjukkan deretan angpau tersusun rapi di sejumlah tenant. Jenisnya beragam, mulai dari angpau mika, amplop berbahan kain, gantungan kunci bertema shio, hingga berbagai pernak-pernik dekorasi rumah bernuansa merah dan emas.

Warna merah dan emas dipercaya sebagai simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran dalam tradisi masyarakat Tionghoa.

Baca Juga: Rentetan Kebakaran di Batam, Damkar Buka Layanan Pengaduan 24 Jam

Imlek sendiri merupakan perayaan Tahun Baru berdasarkan kalender lunar yang dirayakan umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa. Momentum ini tidak hanya menandai pergantian tahun, tetapi juga menjadi waktu untuk berkumpul bersama keluarga, menghormati leluhur, serta menyambut harapan baru akan kesehatan, rezeki, dan kehidupan yang lebih baik.

Salah seorang penjaga tenant perlengkapan Imlek di BCS Mall, Tuty, mengatakan persiapan penjualan telah dilakukan sejak sebulan terakhir. Setiap menjelang Imlek, permintaan perlengkapan perayaan selalu meningkat.

“Sudah satu bulan kami mulai jualan. Biasanya sampai 16 Februari, sehari sebelum Imlek. Setiap tahun memang selalu ramai,” ujar Tuty.

Menurutnya, angpau menjadi barang yang paling banyak dicari pengunjung. Selain itu, hiasan pintu, ornamen rumah, pot bunga, serta gantungan bertuliskan doa dan harapan keberuntungan juga laris diburu.

Baca Juga: Minat Properti di Batam Stabil Awal Tahun, Pasar End User Tetap Kuat

Antusiasme warga juga terlihat dari para pengunjung yang datang berbelanja lebih awal. Jesika, salah seorang warga Batam, mengaku sengaja menyiapkan kebutuhan Imlek sejak jauh hari agar tidak terburu-buru.

“Biasanya kami belanja sekitar sebulan sebelum Imlek. Supaya tidak kehabisan dan bisa lebih santai pilih-pilih,” katanya.

Jesika tampak membawa sejumlah hiasan rumah dan gantungan dekorasi yang akan dipasang menjelang malam Tahun Baru Imlek.

Tak hanya pernak-pernik, suasana Imlek juga terasa dari kehadiran tenant kue khas Imlek yang mulai bermunculan. Kue-kue tersebut tidak hanya menjadi sajian, tetapi juga memiliki makna simbolis, seperti keberuntungan, umur panjang, dan keharmonisan keluarga.

Salah seorang pedagang kue khas Imlek di BCS Mall, Icong, mengatakan ia telah membuka tenant sejak dua pekan terakhir. Setiap tahun, kue khas Imlek selalu menjadi incaran warga.

Baca Juga: Batam Kembali Dipercaya Jadi Lokasi MICE Unggulan

“Sudah dua minggu ini mulai ramai. Setiap menjelang Imlek, memang selalu banyak yang cari kue-kue khas,” ujarnya.

Kue-kue tersebut biasanya disajikan saat berkumpul bersama keluarga, menjamu tamu, hingga digunakan dalam tradisi sembahyang dan penghormatan kepada leluhur.

Seiring semakin dekatnya perayaan Imlek, aktivitas belanja diperkirakan akan terus meningkat. Selain menjadi momentum keagamaan dan budaya, perayaan Imlek juga membawa dampak positif bagi perputaran ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha musiman di Kota Batam. (*)

ReporterM. Sya'ban

Update