Senin, 26 Januari 2026

Semester I 2025, BP Batam Catat Kinerja Positif Sektor Kepelabuhanan

Volume Peti Kemas Tumbuh 15%, Jumlah Penumpang Tembus 4,6 Juta Orang

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat kinerja yang menggembirakan sepanjang Semester I Tahun 2025.

Sejumlah indikator utama menunjukkan tren positif, seperti volume peti kemas, general cargo, jumlah penumpang, hingga realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mengalami peningkatan signifikan.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif dan sinergi yang solid antara BP Batam dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) terkait.

“Capaian positif selama Semester I 2025 ini mencerminkan fondasi kuat dalam tata kelola pelabuhan. Pelabuhan Batam memiliki potensi besar, khususnya dalam penguatan layanan digital dan efisiensi operasional,” ujar Benny dalam keterangan resminya, Selasa (29/7/2025).

Hingga akhir Juni 2025, total realisasi penerimaan Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan tercatat mencapai Rp219,75 miliar, atau 55 persen dari target tahunan sebesar Rp401,86 miliar. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, terjadi peningkatan 16 persen, dari Rp189 miliar menjadi Rp219,75 miliar.

Capaian tersebut mencerminkan peningkatan efektivitas dalam kegiatan pengusahaan kepelabuhanan. Sebagai perbandingan, pada Semester I tahun lalu, realisasi penerimaan baru mencapai 48 persen dari target tahunan.
Kinerja Operasional Pelabuhan Meningkat

Dari sisi operasional, jumlah kunjungan kapal barang dan penumpang mencapai 54.876 call selama Januari–Juni 2025, meningkat 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Terdiri atas 14.461 call kapal barang dan 40.415 call kapal penumpang.

Sementara itu, total bobot kotor kapal (Gross Tonnage/GT) tercatat sebesar 34.877.449 GT, naik 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rinciannya, GT kapal barang mencapai 25.025.887 GT, sedangkan GT kapal penumpang sebesar 9.851.562 GT.

Volume peti kemas yang ditangani di pelabuhan-pelabuhan wilayah kerja BP Batam juga tumbuh signifikan. Selama enam bulan pertama 2025, total volume mencapai 359.944 TEUs, naik 15 persen dibandingkan Semester I 2024.

Secara perincian, aktivitas ekspor-impor mendominasi dengan total 273.004 TEUs (naik 18 persen), sementara volume peti kemas domestik juga tumbuh 6 persen, dari 82.300 TEUs menjadi 86.940 TEUs.

Volume general cargo turut mencatatkan pertumbuhan sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total 5.427.065 ton muatan hingga Juni 2025.
Jumlah Penumpang Capai 4,6 Juta Orang

BP Batam juga mencatat jumlah penumpang yang dilayani di terminal feri domestik dan internasional Batam mencapai 4.645.169 orang, tumbuh 8 persen dibandingkan Semester I 2024. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.568.698 orang melalui Terminal Feri Internasional, dan 2.076.471 orang melalui Terminal Feri Domestik.
Apresiasi dan Harapan untuk Semester II

Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, dan Lalu Lintas Barang BP Batam, Ruslan Aspan, mengapresiasi kinerja Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan pada Semester I 2025.

Ruslan optimistis kinerja positif ini dapat terus ditingkatkan hingga akhir tahun, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Batam maupun nasional, di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala Li Claudia Chandra.

“Pelabuhan merupakan simpul utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kami memandang pelabuhan bukan sekadar gerbang logistik, tetapi juga motor penggerak industri, perdagangan, dan mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Ruslan juga menegaskan bahwa hal ini sejalan dengan arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam dalam menjalankan mandat Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk menjadikan Batam sebagai salah satu kontributor utama dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami akan terus memperkuat peran pelabuhan Batam agar semakin kompetitif dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya. (*)

Update