Minggu, 15 Maret 2026

Semua Menunggu Amsakar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

BANDUL pemilihan wali kota Batam 2024 kini berada di tangan Amsakar Achmad. Semua pelaku politik di Batam menunggu keputusan pribadinya, akankah ia maju -baik lewat Partai NasDem ataupun partai lain- atau justru memilih jalan berbeda.

Reporter: YULITAVIA dan GALIH ADI SAPUTRO

AMSAKAR Achmad tak pernah berubah. Memberi jawaban dengan kelakar dan bahasa bersayap adalah cara yang selalu ditempuh wakil wali kota Batam itu saat ditanya media terkait kesiapannya menghadapi pemilihan wali kota Batam 2024.

“Kalau tak jadi wali kota, saya mau jadi wartawan saja. Ada lowongan tak di Batam Pos?” katanya saat berjumpa, beberapa waktu lalu.

Dua tahun menjelang perebutan kursi Batam 1, Amsakar adalah magnet bagi seluruh pelaku politik di Batam dan Kepulauan Riau. Posisinya sebagai wakil wali kota dua periode merupakan daya tarik sekaligus kekuatan riil yang ia genggam.

Terlebih lagi, survei-survei yang digelar berbagai lembaga, baik pesanan Partai NasDem maupun partai lain, selalu menempatkan dirinya di peringkat pertama tokoh paling populer dan peraih elektabilitas tertinggi. Amsakar, yang sejatinya adalah sosok yang sangat low profile, kini jadi primadona politik di Batam.

Ia tak menampik bahwa ia adalah juara hasil-hasil survei kandidat Batam 1 2024. “Angkanya cukup membesarkan hati,” ujarnya dalam wawancara dengan kanal Youtube batampos official.

Namun, hingga saat ini, Amsakar tak kunjung memberi jawaban yang pasti. Apakah sebenarnya ia punya keinginan untuk mencalonkan diri?

“Sudah pasti ada. Sebagai politikus, tentu ada keinginan untuk mencapai target politik yang lebih tinggi,” katanya saat dihubungi, Minggu (19/6).

Pengalaman dua kali menjabat wakil wali kota Batam jadi modal untuk bisa mengemban tugas yang lebih menantang. Tidak hanya itu, ujarnya, keinginan tersebut juga tak lepas dari sokongan pendukung.

“Memang banyak pendukung saya yang bertanya terkait langkah politik saya ke depan. Kalau keinginan untuk maju di Pilwako pasti ada. Namun begitu, saya ini orang partai, tentu harus menunggu keputusan dari Pak Surya Paloh (Ketua Umum Partai NasDem) dan Pak Rudi (Ketua DPW NasDem Kepri) juga,” katanya.

Menurut Amsakar, tingginya kepercayaan warga yang direfleksikan lewat hasil survei, merupakan bentuk perhatian yang harus ia perjuangkan.

Ia percaya dan yakin Partai NasDem, tempat ia bernaung, akan mengambil kebijakan dan mengeluarkan rekomendasi yang terbaik dengan pertimbangan yang matang.

“Saya yakin Pak Surya Paloh dan Pak Rudi akan mengambil kebijakan yang terbaik. Saya akan mendukung sepenuhnya keputusan apa pun itu nantinya,” ujar dia.

Ia menambahkan, keputusan terbaik partai akan menjadi jalan politik mewujudkan harapan dan kepercayaan masyarakat yang tercermin melalui berbagai survei. “Kalau Allah berkehendak, selalu ada jalan terbuka,” katanya.

Belum putusnya posisi pencalonan Amsakar disinyalir berpengaruh pada proses pengambilan keputusan soal pencalonan kepala daerah di Batam terhadap partai-partai lain. Mereka menunggu, jika Amsakar akhirnya maju, mayoritas berharap bisa terpilih sebagai pendamping di kursi Batam 2.

Lain halnya bila Amsakar memilih jalan berbeda dan partai tidak mengusungnya. Partai-partai di luar NasDem bersiap memajukan kader terbaik mereka ke posisi calon wali kota. Sebab itulah, belum ada partai yang berani memastikan nama calon yang akan dibawa ke arena pemilihan dan untuk posisi apa, Batam 1 atau Batam 2.

Ketua OKK DPD Partai Golkar Kota Batam, Amrullah Rasal, menegaskan Golkar akan mengutamakan kader internal untuk maju di Pilwako Batam.

“Misalnya saja Ketua DPD Golkar Provinsi Kepri, Pak Makruf Maulana. Kalau ditanya kelayakannya maju sebagai kandidat di Pilwako Batam, saya tegaskan sangat layak sekali,” kata Amrullah.

Makruf, kata dia, tidak saja punya kemampuan finansial, tapi juga kecakapan berpolitik sebagai nakhoda Golkar Kepri, dan mengenal kultur masyarakat Batam serta apa yang harus dibutuhkan masyarakat di Batam.

“Ketua DPD Golkar Kota Batam juga layak dimajukan, yakni Pak Yunus Muda,” terang Amrullah Rasal.

Golkar, ujarnya, merupakan partai politik yang sangat matang dan penuh pertimbangan untuk memutuskan segala hal. Golkar tak menutup kemungkinan berkoalisi dengan parpol lain dalam menentukan calon yang akan didukung di Pilwako Batam mendatang.

Amrullah mengatakan, Golkar siap berkoalisi dengan parpol manapun juga. Bahkan Beringin terbuka untuk memberikan dukungan kepada kader eksternal.

“Prinsip Golkar itu akan mendukung pihak yang memiliki peluang besar untuk menang, itu prinsip utama kami,” tegasnya.

Ditanya mengenai peluang Makruf dipasangkan dengan wakil wali kota Batam Amsakar Achmad, Amrullah menegaskan, apapun bisa terjadi.

Batam Pos pernah mewawancarai Ketua DPD Golkar Provinsi Kepri Makruf Maulana soal kesiapan dirinya maju di Pilwako Batam, saat menghadiri acara Golkar di Hotel Aston Batam, beberapa waktu lalu.

Makruf menegaskan, sebagai pengurus parpol sekaligus kader parpol ia siap melaksanakan tugas kalau memang diminta oleh DPP Golkar untuk maju di Pilwako Batam 2024.

“Saya sih siap saja kalau memang Ketua Umum Golkar menugaskan saya maju Pilwako Batam,” ujarnya.

Kader Partai Persatuan Pembangunan, Irwansyah, juga pasang kuda-kuda menghadapi Pilwako Batam 2024.

Kepada Batam Pos Irwansyah mengklaim, berdasarkan hasil survei yang dirilis salah satu lembaga, namanya cukup mendapat tempat di hati masyarakat Kota Batam.

“Hasil survei yang digelar tahun ini, saya meraih elektabilitas sebesar 15,5 persen suara,” ujar mantan anggota DPRD Batam dua periode 2004-2009 dan 2009-2014 ini.

Untuk maju sebagai bakal calon wali kota ataupun wakil wali kota Batam, syarat minimal partai pengusung adalah mendapat 20 persen jumlah kursi legislatif.

“Kami di PPP Batam maupun Kepri akan berupaya menambah jumlah kursi di legislatif dulu. Saat ini PPP baik di Kepri maupun Batam hanya mendapatkan masing-masing satu kursi saja. Jumlah tersebut sangat minim,” katanya.

Di tataran politik nasional, PPP sudah menyatakan diri berkoalisi dengan Golkar dan PAN di bawah bendera Koalisi Indonesia Bersatu. Namun, menurut Irwansyah, koalisi tersebut sifatnya hanya untuk pemilihan presiden saja, tidak untuk di Pilkada ataupun Pileg.

“Kalau ditanya saya akan berpasangan dengan siapa di Pilwako Batam mendatang, itu saya rasa masih terlalu jauh, terlalu prematur. Saya sendiri juga belum ada pada taraf memutuskan akan maju atau tidak,” katanya.

Sekretaris DPC PKB Kota Batam, Ikhwan Nasai, menegaskan pihaknya sampai saat ini masih fokus pada pemilihan legislatif atau menambah perolehan jumlah kursi di legislatif minimal satu fraksi.

“Kalau nanti hasilnya perolehan jumlah kursi di legislatif meningkat, minimal dapat satu fraksi, PKB bisa mengajukan kader internalnya di Pilwako Batam. Kami PKB Batam mengutamakan kader internal untuk diusung di Pilwako,” ujarnya.

PKB Batam, lanjutnya, tak menutup kemungkinan bisa mengusung calon eksternal dari parpol lain di luar PKB. Sampai saat ini, PKB Batam ditegaskan Ikhwan, berkomunikasi dengan hampir semua parpol.

“Intinya calon yang dimajukan PKB di Pilwako Batam nanti, pastinya kami mintakan pertimbangan dulu ke Dewan Syuro. Istilahnya kami izinkan dulu ke Dewan Syuro nama yang akan kami dukung,” terangnya mengakhiri.

Sementara, DPD PAN Kota Batam melalui ketuanya Safari Ramadan, dari hasil Rakerda PAN Batam, yang akan diusung maju pada pilwako Batam adalah dari kader internal PAN sendiri.

“Di Rakerda PAN Batam memang kami memutuskan akan memperkuat Koalisi Indonesia Bersatu yang terdiri dari PAN, PPP, dan Golkar. Namun koalisi itu sifatnya hanya untuk Pilpres saja. Sedangkan untuk Pilwako Batam lain, Hasil rakerda ini akan kami kirim ke DPW yang nantinya akan diteruskan ke DPP,” ujarnya anggota DPRD Batam dari Komisi I ini.

Safari juga mengatakan, partai matahari terbit Kota Batam yang ia nakhodai tak menutup kemungkinan juga akan mengusung dari eksternal untuk maju Pilwako Batam.

“Kalau memang hasil survei menempatkan kader eksternal yang paling tinggi elektabilitasnya, popularitasnya paling dikenal dan dipercaya masyarakat Batam, kami akan mengusung kader eksternal tersebut. bisa jadi untuk Batam 1 kami usung dari eksternal, sedangkan Batam 2 nya baru dari kader internal kami,” tegasnya.

Sementara, dari PKS Batam yang paling tegas menyatakan sikapnya di Pilwako Batam 2024 mendatang akan mengusung siapa. Melalui Sekretaris DPD PKS Kota Batam Ustaz Warya, pihaknya menegaskan, mengacu hasil Rakerda PKS Kota Batam, diputuskan untuk Pilwako Batam, PKS akan mengusung kader internalnya sendiri.

“Masalahnya untuk maju ke Pilwako Batam, syarat minimalnya harus diusung oleh 10 kursi atau 20 persen perolehan jumlah perwakilan di parlemen. PKS Batam sekarang ini baru mampu meraih lima kursi di DPRD Batam, atau baru 10 persen saja. Jadi tak bisa PKS mengusung calonnya sendiri, tetapi wajib harus berkoalisi dengan parpol lainnya, agar syarat 20 persen keterwakilan itu terpenuhi,” terangnya.

Berdasarkan Rakerta PKS Batam, ada empat nama kader internalnya yang akan diusung maju pada Pilwako Batam. Mereka adalah Raden Hari Tjahyono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kepri, Suryani, yang juga pernah menjadi calon Wakil Gubernur Kepri berpasangan dengan Isdianto pada 2019, Ustaz Bachtiar LC, serta Ketua DPD PKS Kota Batam sendiri, Ustaz Yusuf.

“Namun itu kan tergantung hasil pada pileg yang digelar pada Februari 2024 mendatang. Kalau PKS mampu meraih 20 persen jumlah kursi di DPRD Batam, pastinya PKS bisa mengusung sendiri kader internalnya di Pilwako Batam,” ujarnya.

Saat ini PKS fokus pada pileg, dengan harapan di pileg, PKS bisa mendapatkan lompatan jumlah kursi yang banyak dan mengusung calon maju di Pilwako Batam tanpa berkoalisi. “Pastinya kami akan mengusung kader internal,” tegasnya.

Untuk membangun Batam lebih baik lagi, lanjut Uztaz Warya, tidak bisa dilakukan oleh satu parpol saja atau sendirian meski jumlah kursi memenuhi syarat untuk maju sendiri tanpa berkoalisi.

“Ingin menjadikan Batam lebih baik lagi, harus tetap dilakukan bersama-sama, harus dilakukan dengan berkoalisi, saling mengisi dan mendukung satu sama lainnya,” tegasnya.

Soal ada tidaknya parpol lain yang sudah bersilaturahmi ke PKS membicarakan hal terkait Pilwako Batam secara resmi, Ustaz Warya menegaskan sampai saat ini belum ada untuk itu.

“Seperti misalnya dengan Nasdem Batam, kunjungan resmi memang belum ada dengan kami. Tapi kalau pembicaraan tak resmi, PKS ini kan dekat dengan parpol siapa saja,” ujarnya. (*)

 

SALAM RAMADAN