batampos – Salah satu cara ampuh untuk meredakan stres adalah menuangkan isi pikiran dan emosi dalam tulisan. Meski saat ini menulis bisa dilakukan di gadget yang lebih efisien, coret-coret di kertas tetap hits different! Kamu bakal merasa lebih intimate. Menulis jurnal juga menjadi cara seseorang untuk sembuh, bertumbuh, dan berkembang. Itulah yang dirasakan Alethea Nadine, kreator konten seputar journaling, yakni praktik menulis buku harian.
TikTok Alethea dengan username @journalthea sudah sering seliweran di FYP. Di sana, kamu bisa menyaksikan berbagai konten journaling yang super satisfying. Mulai pemakaian berbagai jenis kertas, penambahan pernak-pernik lucu, hingga variasi hand lettering yang bikin kegiatan journaling makin fun!
’’Salah satu hal yang aku suka dari journaling adalah bisa menyimpan dan mengenang semua core memories/memories yang aku inginkan. Selain itu, aku jadi punya waktu untuk self-reflection dan mencurahkan perasaanku melalui tulisan, gambar, bahkan kolase-kolase dari perintilan stiker yang digabungkan menjadi satu,’’ ungkapnya.
Buat kamu yang pengin curhat, tapi merasa malu atau ragu mencurahkannya ke orang lain, journaling bisa jadi solusi. Kamu bebas mengeluh dan menceritakan apa pun tanpa takut di-judge. Kebiasaan journaling baik untuk kesehatan mental.
Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan untuk melakukan self-improvement. Misalnya, menulis 10 hal yang membuatmu senang dalam sepekan terakhir agar lebih bersyukur. Atau, 10 skill yang pengin kamu kuasai hingga akhir tahun nanti.
Pilihan konten journaling beragam. Kamu bisa mencoba travel journaling, scrapbook journaling, hingga art journaling. Nah, untuk memulai kegiatan journaling, carilah inspirasi jurnal yang kamu suka dari internet. Setelah ketemu, latihan dengan mengamati konsep atau tata letaknya. Lama-kelamaan, kamu akan menemukan style journaling kamu sendiri.
Aku masih sering terinspirasi dari karya-karya orang lain (ingat, terinspirasi, bukan meng-copy), tetapi aku lebih sering mendapatkan ide dari sekitarku seperti orang-orang, tempat, restoran, alam, dan film. Dari inspirasi tersebut, aku mencoba menyalurkan ke buku jurnal dan biarkan ide-ide itu mengalir. I let things flow and don’t limit myself when journaling,” tutur Alethea.
Nggak perlu bahan mahal untuk membuatnya. Struk pembelian dari minimarket pun bisa dikreasikan, lho. Yang terpenting kamu enjoy dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai wadah mengekspresikan diri. Jadi, nggak perlu merasa minder melihat journaling orang lain yang keren-keren. Apalagi sampai tertekan untuk membuat sekeren itu juga.
’’Terkadang ketika udah capek sekali, aku nggak pengin journaling and honestly, it’s totally fine. Journaling shouldn’t be a burden. Aku mengingatkan diriku bahwa I’m journaling for myself, not for other people. Itu yang harus setiap orang ingat ketika ingin journaling,” tandas Alethea. Well, jangan takut untuk memulai, ya. Selamat berkreasi! (kom/c12/lai)
Tutorial Mudah untuk Pemula
Alat dan Bahan :
- Pensil
- Pulpen
- Buku Tulis
- Stiker
- Spidol
- Washi Tape
Follow The Step :
- Tuangkan ide ceroya hingga keluh kesah dalam jurnal
- Carilah journal prompt (ide jurnal) dari Internet sebagai inspirasi
- Atur tata letak jurnal dengan menggunakan pensil
- Tambahkan stike dan jua wash tape sebagai hiasan biar makin cantik.
![]()
“Mulai Journaling Yuk!”
Reporter : Vany Aliffia
Editor : Agnes Dhamayanti
Journaling menjadi salah satu kegiatan yang dapat menjaga kesehatan mental. Bahkan dengan menuangkan rasa melalui kata-kata, stiker juga gambar-gambar dalam sebuah lembaran buku mampu meluapkan emosi negatif dan rasa kesal. Selain mencatat hal hal penting, journaling juga dapat membantu menemukan ide baru. Nah bagaimana ya cara memulai journaling dengan mudah? Yuk Simak! (*)
Miftahul Jannah Mjn
Universitas Internasional Batam
@miftaj.k
Menurutku, supaya kegiatan menulis journaling tanpa menjadi beban, bisa dicoba dengan menemukan waktu nyaman untuk menulis. Menurutku waktu yang nyaman menulis sebelum tidur, ada juga sebaliknya. Tak usah menulis kalimat panjang, jika kamu lebih nyaman dengan bentuk poin – poin atau banyak menggunakan gambar, maka lakukanlah! Buatlah template karena terkadang bagian tersulit dari journaling adalah penulisan di halaman kosong dan tidak tahu apa yang harus ditulis. Lakukanlah sambil bersantai guys! Apalagi akan jauh lebih menyenangkan jika dilakukan dalam kondisi mood yang rileks. Untuk itu kamu dapat menyiapkan pelengkapan seperti minuman hangat atau camilan favorit. (*)

Muh. Ardiansyah
Politeknik Negeri Batam
@ardnsyahs
F. Dokumentasi Pribadi
First time, memilih alat yang kamu butuhkan sesuai kepribadian sangat penting untuk membuat jurnal lho! Because kamu akan berkreasi dengan memilih warna, bentuk, model sesuai kesukaanmu. Lalu pilihlah topik untuk ditulis, miliki waktu khusus untuk rutin menulis dengan menyetel alarm agar waktumu tersisihkan untuk menulis. Tulislah sebebas yang kamu mau, tak perlu malu pada kejujuran dari tulisanmu karena ini bisa merefleksi dengan baik apa yang saat itu sedang kamu rasakan, and most importantly. Nikmati kegiatan journaling, memang kegiatan ini bukan ideal untuk semua orang maka kamu nggak perlu memaksa diri. Jangan menganggap terlalu serius, Follow your own pace.

Shazwani Izzati Putri
Politeknik Negeri Batam
@shazwaniizzati__
F. Dokumentasi Pribadi
Jika kamu bergelut dengan perasaan stress, depresi, cemas, menulis jurnal menjadi solusinya! Karena dapat membantu lebih memahami pikiran dan emosi yang kamu rasakan. So, manfaat jurnal dapat kamu rasakan ketika melakukannya tiap hari, dengan menentukan jurnal yang kamu inginkan, menulislah setiap hari walaupun hanya satu kalimat akan membentuk kebiasaan baru untuk membuat lebih mudah, Simpanlah jurnal untuk diri sendiri yang tidak perlu dibagikan dengan orang lain, Baca lagi entri jurnal untuk bantu proses pikiran dan emosi kamu ges. And then, jangan terlalu banyak berpikir apa yang harus kamu tulis, karena yang harus kamu lakukan adalah menulis. You all know what to do! (*)



