Selasa, 17 Maret 2026

Seni Teater Mak Yong Diusulkan ke UNESCO, Pemko Batam Lengkapi Jejak Budayanya ‎

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Teater Mak Yong. (Dok Batampos)

‎batampos – Di panggung sederhana yang kadang digelar di halaman kampung atau acara budaya Melayu, suara gendang dan rebab pelan-pelan membuka cerita.

Para penari bergerak perlahan, seolah membawa penonton masuk ke dunia lama: dunia raja, putri, dan kisah-kisah yang hidup dari ingatan orang-orang tua. Itulah Mak Yong, seni teater Melayu yang kini kembali menjadi perhatian dunia.

‎Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia kembali mengajukan tiga warisan budaya untuk masuk ke dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan milik UNESCO.

‎Tiga warisan budaya tersebut adalah Teater Mak Yong, Jaranan: Seni Pertunjukan dan Ritual, serta Tempe. Khusus Mak Yong, pengusulannya dilakukan sebagai ekstensi dari tradisi Mak Yong yang sebelumnya telah diakui dari Malaysia.

Baca Juga: Direktur Hotel Da Vienna Batam Didakwa Korupsi Pajak Rp4,4 M

Di Batam, pemerintah daerah kini tengah mengumpulkan jejak-jejak budaya tersebut. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, Ardiwinata, mengatakan pemerintah kota sedang melengkapi berbagai data untuk memperkuat pengusulan itu.

‎“Mak Yong itu masuk kategori Memory of The World. Kita sedang melengkapi data-datanya,” ujar Ardiwinata kepada Batam Pos, Senin (16/3).

‎Mengumpulkan Jejak Mak Yong

‎Data yang dikumpulkan bukan sekadar catatan biasa. Pemerintah kota menghimpun berbagai dokumentasi yang menunjukkan keberadaan Mak Yong di tanah Melayu, khususnya di Batam.

‎Mulai dari foto pertunjukan, rekaman video, dokumen lama, hingga data para pelaku seni yang masih aktif memainkan teater tradisional tersebut.

‎“Jejaknya kita kumpulkan semua. Foto, dokumen, video, juga data para pelakunya. Semua dimasukkan,” jelasnya.

‎Dokumen itu nantinya akan dikirim ke Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV sebagai bagian dari proses verifikasi sebelum masuk ke tingkat nasional dan internasional.

‎Teater Melayu yang Hidup dalam Cerita

‎Mak Yong bukan sekadar tarian atau drama panggung. Ia adalah perpaduan antara tari, musik, nyanyian, dan lakon cerita. Dalam satu pertunjukan, penonton bisa menyaksikan kisah kerajaan, legenda rakyat, hingga cerita tentang kehidupan manusia.

‎Para pemain memerankan berbagai tokoh—mulai dari raja, putri, hingga tokoh-tokoh jenaka yang membuat suasana panggung hidup.

Baca Juga: Amsakar: Lahan PSN Galang Bermasalah

‎Di Batam sendiri, salah satu kelompok yang masih mempertahankan seni ini dikenal dengan nama Mak Yong Pantai Basri, sebuah sanggar yang terus menampilkan pertunjukan Mak Yong dalam berbagai acara budaya Melayu.
‎Ardiwinata mengenang salah satu lakon Mak Yong yang pernah sangat populer di kalangan penonton.

‎“Ada satu cerita yang dulu sangat diminati, yaitu Putri Siput Kundang. Itu sangat disukai penonton,” ujarnya.

Dari Cina-Indo (Cindo) ke Tanah Melayu

‎Sejarah Mak Yong sendiri cukup panjang. Dalam sejumlah catatan kebudayaan, seni ini dipercaya memiliki akar dari kawasan Indo-Cina yang kemudian berkembang di wilayah Melayu.

‎Seiring waktu, Mak Yong menyebar dan tumbuh di berbagai daerah seperti Sumatera Utara, Riau, hingga Kepulauan Riau.

‎Meski zaman berubah dan hiburan modern semakin banyak, Mak Yong tetap bertahan sebagai bagian dari identitas budaya Melayu.

‎Setiap kali ada festival seni atau perhelatan budaya Melayu di Batam, pertunjukan Mak Yong masih kerap dihadirkan.

‎Menunggu Pengakuan Dunia

‎Setelah semua data terkumpul, proses selanjutnya akan melalui tahapan di tingkat pemerintah provinsi dan pusat. Jika semua dokumen dinyatakan lengkap, pengusulan akan dilanjutkan ke UNESCO.

‎Selain Mak Yong, dua warisan budaya lain yang diajukan Indonesia tahun ini adalah Jaranan, yang diusulkan bersama Suriname, serta Tempe, makanan tradisional yang sudah dikenal dunia.

‎“Itu didaftarkan bersama Tempe dan Jaranan. Kita tinggal menunggu prosesnya,” kata Ardiwinata.

‎Legenda Penari dari Batam

‎Di Batam sendiri, Mak Yong juga memiliki tokoh-tokoh yang berjasa menjaga tradisi ini tetap hidup. Salah satunya adalah Mak Nurma, penari Mak Yong yang dikenal luas sebagai salah satu legenda seni Melayu di daerah ini.

‎Atas dedikasinya dalam melestarikan budaya, ia pernah dianugerahi penghargaan Batam Madani dari Pemerintah Kota Batam.

‎Di tengah modernisasi kota industri seperti Batam, seni seperti Mak Yong mungkin terlihat sederhana. Namun di balik gerak tari dan alunan musiknya, tersimpan sejarah panjang, ingatan kolektif, dan identitas sebuah bangsa.(*)

ReporterM. Sya'ban

SALAM RAMADAN