
batampos – Humas PT Air Batam Hilir (ABH), Ginda Alamsyah, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan distribusi air yang terjadi di wilayah Bengkong dan sekitarnya.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dialami masyarakat dan menegaskan bahwa kondisi ini menjadi perhatian serius kami,” kata Ginda.
Ia menjelaskan, saat ini ABH bersama PT Air Batam Hulu (ABHu) tengah mengupayakan langkah-langkah teknis agar suplai air dapat kembali mengalir, khususnya ke wilayah Bengkong yang masuk dalam kategori daerah bertekanan rendah.
“Kami terus berupaya memaksimalkan produksi di WTP Duriangkang, sehingga suplai air ke Bengkong dan sekitarnya bisa segera pulih,” ujarnya.
Baca Juga: Pasokan Air Macet Sepekan di Bengkong, Warga Berebut Air Tangki
Menurut Ginda, secara umum Kota Batam tidak mengalami kekurangan sumber air baku. Saat ini terdapat sembilan waduk di Batam, dengan tujuh di antaranya aktif beroperasi dan menghasilkan total produksi sekitar 4.200 liter per detik.
Dari sisi ketersediaan air baku, kapasitas tersebut dinilai masih mencukupi. Namun, permasalahan utama berada pada sistem distribusi dan infrastruktur pendukung.
Pembangunan sistem air minum tidak hanya bergantung pada kapasitas waduk, tetapi juga memerlukan perluasan serta penguatan jaringan distribusi yang membutuhkan investasi besar dan perencanaan bertahap.
Sebagai operator operasi dan pemeliharaan, PT ABHi dan PT ABHu bertugas menjaga agar sistem jaringan air minum yang ada tetap berfungsi optimal, sekaligus meningkatkan kapasitas suplai ke wilayah-wilayah yang masih mengalami gangguan.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan terus berkoordinasi dengan BP Batam melalui Badan Usaha SPAM Batam selaku pemilik aset dan pengambil kebijakan strategis.
Ginda mengungkapkan, kawasan Bengkong hingga saat ini masih memiliki sejumlah wilayah yang masuk kategori stress area atau daerah dengan tekanan air rendah. Masalah ini, kata dia, bukan persoalan baru.
“Dari total 32 titik stress area yang ada sebelumnya, saat ini masih tersisa 18 titik yang belum sepenuhnya terselesaikan. Dalam tiga tahun terakhir, lima titik sudah berhasil ditangani, sementara sisanya masih menunggu realisasi anggaran,” jelasnya.
Baca Juga: Jajaran Manajer PT ASL Ditetapkan Tersangka Kasus Ledakan Kapal Federal II, 4 WNA Dicekal
Gangguan suplai air yang terjadi belakangan ini juga dipengaruhi oleh penurunan produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang 1 dan 2, serta meningkatnya kebutuhan air masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru.
Di sisi lain, ABH juga tengah melakukan sejumlah pekerjaan perbaikan jaringan untuk mengembalikan kondisi suplai ke keadaan normal.
Sebagai langkah darurat, ABH menyiapkan layanan distribusi air melalui mobil tangki bagi pelanggan yang belum mendapatkan suplai air. Warga dapat mengajukan permintaan air tangki melalui perangkat setempat atau saluran resmi PT Air Batam Hilir.
Untuk solusi jangka panjang, BP Batam melalui BU SPAM Batam saat ini tengah mengerjakan pembangunan pipa tambahan dari waduk menuju Tangki Ozon yang menjadi pusat distribusi utama wilayah Bengkong dan sekitarnya.
Proyek tersebut diharapkan segera rampung sehingga Tangki Ozon dengan kapasitas total 12.000 meter kubik dapat beroperasi secara optimal.
“Jika sistem ini sudah berfungsi penuh, suplai air minum ke Bengkong dan sekitarnya diharapkan lebih stabil dan mencukupi,” kata Ginda.(*)



