Rabu, 14 Januari 2026

Sepekan, Batam Berpotensi Hujan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Cuaca mendung terlihat dikawasan Batamcenter sekitarnya , Kamis (23/11). Beberapa hari ini kota Batam kerap diguyur hujan. Foto. Cecep Mulyana / Batam Pos

batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam memprakirakan cuaca di Kota Batam masih akan didominasi hujan dalam sepekan ke depan.

Hujan diperkirakan turun dengan intensitas ringan hingga sedang, dan berpotensi disertai kilat, petir, serta angin kencang, terutama pada siang hingga dini hari.

Forecaster BMKG Hang Nadim Batam, Addini, mengatakan, potensi hujan tersebut mencakup seluruh wilayah Kota Batam.

Namun, sebaran dan intensitas hujan dapat berbeda-beda di setiap kawasan, mengingat karakter wilayah Kepulauan Riau yang terdiri dari pulau-pulau kecil.

“Iya, wilayah hujannya mencakup seluruh Kota Batam. Namun jika hujan terjadi, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi dari BMKG karena wilayah Kepri bersifat kepulauan dan pulau-pulaunya kecil, sehingga faktor lokal sangat berpengaruh,” kata Addini.

Ia mengatakan, kondisi cuaca Batam saat ini dipengaruhi oleh adanya belokan angin atau shearline yang menyebabkan penumpukan massa udara di sekitar Kepulauan Riau.

Selain itu, kelembapan udara pada lapisan atas yang relatif basah turut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.

“Secara umum, cuaca Batam hari ini hingga beberapa hari ke depan diprakirakan hujan dengan intensitas ringan sampai sedang, yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang,” katanya.

BMKG memperkirakan kondisi tersebut masih akan berlangsung hingga satu minggu ke depan, dengan peluang hujan yang dapat terjadi hampir setiap hari, baik bersifat lokal maupun merata.

Tidak ada hari tertentu yang diprediksi menjadi puncak cuaca ekstrem karena pola hujan bersifat fluktuatif dan sangat dipengaruhi kondisi lokal.

Untuk kondisi angin, BMKG mencatat arah angin umumnya bertiup dari barat laut hingga utara dengan kecepatan berkisar 5 hingga 15 knot.

Sementara itu, ketinggian gelombang laut di perairan Batam dan sekitarnya pada periode 17–20 Desember 2025 masih tergolong rendah, yakni sekitar 0,5 hingga 1,25 meter.

Meski demikian, Addini mengingatkan potensi angin kencang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama saat terbentuk awan Cumulonimbus.

Namun, durasi angin kencang tersebut umumnya bersifat singkat, hanya berlangsung dalam hitungan jam.

Kondisi cuaca ini berpotensi berdampak pada berbagai sektor, mulai dari aktivitas masyarakat, transportasi darat dan laut, hingga penerbangan, terutama akibat berkurangnya jarak pandang saat hujan lebat dan angin kencang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan, khususnya saat berkendara di tengah hujan.

“Masyarakat diharapkan mengurangi kecepatan, menyalakan lampu kendaraan, menjaga jarak aman, serta menjaga kesehatan di musim hujan agar terhindar dari penyakit,” imbaunya.

BMKG juga mengajak masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG dan kanal resmi BMKG lainnya. (*)

ReporterM. Sya'ban

Update