
batampos – Pemerintah Kota Batam melalui dinas terkait tengah mematangkan teknis pembagian bantuan seragam sekolah gratis untuk siswa baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program yang menyasar siswa di sekolah negeri dan swasta ini ditargetkan mulai didistribusikan pada Agustus 2025.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan bahwa secara umum pengadaan seragam sudah rampung. Saat ini, pemerintah fokus pada tahapan teknis agar proses penyaluran ke sekolah-sekolah berjalan lancar dan efisien.
“Seragamnya sudah disiapkan. Sekarang kami sedang menyusun teknis pembagian supaya tidak memakan waktu lama di lapangan. Kemungkinan besar akan dibagi per kelompok wilayah sekolah. Misalnya sekolah-sekolah yang berada di kawasan yang sama dibagikan secara bersamaan agar lebih cepat,” ujar Rudi, Kamis (7/8).
Baca Juga: Diskominfo Batam Segera Edarkan Aturan Pembatasan Penggunaan HP dan Game Roblox di Sekolah
Rudi menambahkan, jika dalam pelaksanaan ditemukan kendala teknis dari pihak penyedia, seperti lokasi distribusi yang berada di luar Batam, maka hal itu akan segera disesuaikan. Pemko memastikan program tetap dijalankan sesuai arahan Wali Kota Batam.
“Kalau ada penyesuaian terkait jarak distribusi atau kendala teknis dari penyedia, kita atur saja. Yang penting tetap dilaksanakan karena ini kebutuhan anak-anak sekolah. Arahan Pak Wali sudah jelas, bantuan ini harus segera sampai ke siswa yang membutuhkan,” kata Rudi.
Program bantuan seragam sekolah gratis ini menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Batam dalam meringankan beban orang tua murid, serta mendorong pemerataan akses pendidikan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih menantang.
Seragam yang dibagikan terdiri dari dua jenis, yakni seragam nasional dan seragam khas daerah berupa baju Melayu. Siswa kelas 1 SD akan menerima seragam merah putih dan baju Melayu, sementara siswa kelas 7 SMP akan mendapatkan seragam putih biru serta baju Melayu.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap generasi penerus daerah. Ia ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan.
Baca Juga: Ekonomi Kepri Triwulan II 2025 Tertinggi se-Sumatera, Inflasi Terkendali
“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap generasi penerus Kota Batam. Kami ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang, tanpa terkendala oleh persoalan seragam,” ujar Amsakar.
Adapun total seragam yang akan didistribusikan mencapai 105.670 stel, yang akan disalurkan ke lebih dari 500 sekolah serta sejumlah lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD), dengan cakupan hampir 1.000 satuan pendidikan di seluruh Batam.
Melalui program ini, pemerintah berharap dapat menumbuhkan nilai kesetaraan, kedisiplinan, serta rasa kebersamaan di lingkungan sekolah, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal melalui pengenalan baju Melayu kepada generasi muda. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



