
batampos – Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Logam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPL FSPMI) Kota Batam, Suprapto meminta pemerintah menutup PT ASL menyusul kembali terjadinya kecelakaan kerja di perusahaan tersebut. Permintaan ini muncul setelah tenggelamnya kapal tugboat TB ASL Mega.
“Perusahaan ini harus ditutup dan dilakukan perbaikan secara menyeluruh,” ujarnya, Minggu (8/3).
Menurutnya, langkah penutupan perusahaan dinilai sejalan dengan pernyataan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli saat melakukan kunjungan sebelumnya ke Batam. Dalam kunjungan tersebut, Menaker menyoroti banyaknya korban jiwa akibat kecelakaan kerja di PT ASL.
“Ini kurang dari 10 hari sejak kunjungan beliau, sudah terjadi lagi kecelakaan kerja,” katanya.
Baca Juga: Tugboat ASL Terbalik: 3 ABK Tewas, 2 Selamat, Disnaker Pastikan Penanganan Korban dan Santunan
Suprapto menilai berulangnya insiden kecelakaan kerja di perusahaan tersebut menjadi bukti lemahnya pengawasan pemerintah terhadap penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
“Ini menjadi bukti kegagalan pemerintah dalam mengawasi bagaimana pelaksanaan sistem K3 di perusahaan itu,” tegasnya.
Ia juga mengaku pihak serikat pekerja telah berulang kali memberikan masukan terkait persoalan keselamatan kerja di perusahaan tersebut.
“Kami sudah memberikan berbagai masukan. Ini harus menjadi perhatian serius. Lakukan perbaikan sistem pengawasan pemerintah, jangan datang hanya minta duit lalu pulang,” ujarnya.
Baca Juga: Insiden TB ASL Mega: KSOP Amankan Pelayaran dan Lingkungan
Sementara itu, Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut.
“Untuk penyebab masih dilakukan penyelidikan. Kami juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi,” katanya. (*)



