Rabu, 13 Mei 2026

Setahun Lampu Jalan Padam, Dinas Bina Marga Mengaku Tak Tahu dan akan Segera Cek

Berita Terkait

Kondisi Jalan S Parman yang gelap akibat padamnya lampu penerangan jalan umum (PJU). F. Zavila untuk Batam Pos

batampos – Persoalan lampu penerangan jalan umum (PJU) padam di Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, kembali menjadi sorotan. Keluhan terkait kondisi jalan gelap itu disebut sudah berlangsung berulang kali hampir selama setahun terakhir, namun hingga kini belum juga tuntas.

‎Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat terhadap pengawasan dan sistem perawatan PJU di Kota Batam. Sebab, penerangan jalan merupakan kebutuhan dasar warga, terlebih Batam dikenal sebagai kota industri dan investasi.

‎Saat dikonfirmasi Batam Pos, Kepala Bidang (Kabid) Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Bina Marga Kota Batam, Kukuk Slamet Prianto, justru mengaku belum mengetahui adanya lampu jalan yang padam di kawasan tersebut.

‎“Emang ada yang mati ya?” kata Kukuk saat dihubungi, Selasa (12/5) siang.

‎Ia kemudian meminta agar titik lokasi dan foto-foto kerusakan dikirimkan untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

‎“Nanti itu biar dicek. Ada enggak foto-fotonya,” ujarnya.

‎Pernyataan tersebut memunculkan tanda tanya di tengah keluhan masyarakat yang menyebut kondisi PJU padam sudah berlangsung lama. Terlebih, Dinas Bina Marga mengklaim rutin melakukan patroli setiap malam untuk memantau kondisi lampu jalan di Batam.

‎“Patroli setiap malam. Jadi kalau saat patroli bisa langsung ditangani, ya langsung diperbaiki, tidak perlu tunggu material lagi,” jelas Kukuk.

‎Namun menurutnya, jika kerusakan membutuhkan material tertentu, maka perbaikan tidak bisa dilakukan langsung dan harus menunggu persiapan alat maupun komponen pendukung.

‎“Kalau material tidak tersedia, biasanya besoknya baru dieksekusi setelah patroli,” katanya.

‎Saat ditanya apa sebenarnya kendala utama hingga persoalan lampu jalan di sejumlah kawasan terus berulang, Kukuk mengaku penyebab kerusakan PJU cukup beragam dan harus dipastikan terlebih dahulu di lapangan.

‎“Harus dicek dulu penyebab matinya apa. Bisa karena kabel rusak, jaringan putus, material bermasalah, atau lampu bolanya memang sudah expired,” ujarnya.

‎Selain faktor teknis, ia juga menyebut pencurian kabel masih menjadi salah satu penyebab terganggunya jaringan penerangan jalan di beberapa wilayah Batam.

‎“Kadang kabel dicuri orang. Penyebab mati lampu ini banyak,” katanya lagi.

‎Kukuk juga mengakui sebagian lampu jalan di Batam masih menggunakan sistem dan material lampu konvensional yang membutuhkan penyesuaian saat dilakukan penggantian.

‎“Sekarang jenis lampu banyak. Mungkin lampu konvensionalnya memang sudah kurang baik,” ujarnya.

‎Meski demikian, ia memastikan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan PJU padam di kawasan Mangsang dan melakukan pengecekan lapangan dalam waktu dekat.

‎“Nanti kita cek dulu kendala dan penyebabnya seperti apa. Dalam waktu dekat akan kita perbaiki,” tegasnya.

‎Sebelumnya, persoalan PJU padam di sejumlah kawasan permukiman Batam juga kerap dikeluhkan warga. Selain mengganggu aktivitas masyarakat pada malam hari, kondisi jalan gelap dinilai rawan memicu kecelakaan hingga tindak kriminalitas.

‎Masyarakat berharap perbaikan yang dilakukan pemerintah tidak lagi bersifat sementara. Sebab, beberapa titik lampu jalan disebut kerap menyala hanya dalam waktu singkat sebelum akhirnya kembali padam.(*)

ReporterM. Sya’ban

UPDATE