Minggu, 11 Januari 2026

Setelah Gorong-Gorong Diperbaiki, Truk Tanah Kembali Padati Jalan Marina City

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Truk pengangkut material tanah beroda 10 bebas di jalani Marina City. f. Eusebius Sara

batampos– Aktivitas kendaraan berat kembali ramai melintas di Jalan Marina City, tak lama setelah rampungnya perbaikan gorong-gorong yang sempat rusak di kawasan simpang Perumahan Jupiter.

Warga mulai mengeluhkan padatnya lalu lintas truk proyek pengangkut material tanah untuk pematangan lahan yang diduga menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan sebelumnya.

Pantauan di lapangan, sejumlah truk besar kembali melintas hampir setiap waktu, terutama siang hingga sore hari. Debu beterbangan di sepanjang ruas jalan akibat muatan tanah yang terbuka dan kondisi jalan yang belum sepenuhnya diaspal.

BACA JUGA: PII Soroti Kegagalan Struktur pada Kasus Ambruknya Ruko di Tanjungriau

Warga dan pengguna jalan menilai situasi ini bisa kembali menimbulkan kerusakan seperti yang baru saja diperbaiki.

“Baru selesai diperbaiki, sekarang truk-truk proyek mulai ramai lagi. Mereka bawa tanah, ugal-ugalan, dan bikin jalan berdebu. Kalau begini terus, jalan bisa rusak lagi,” ujar Ramli, salah satu warga Marina yang setiap hari melintas di jalur tersebut, Kamis (9/10).

Ramli juga mengeluhkan tidak adanya pengawasan terhadap aktivitas kendaraan berat yang melintas di kawasan pemukiman dan jalan utama menuju kawasan wisata Marina. Ia khawatir perbaikan yang baru selesai akan sia-sia jika kendaraan dengan tonase berat terus dibiarkan lewat tanpa batasan.

Sebelumnya, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam bersama BP Batam baru saja menuntaskan penggantian gorong-gorong yang rusak berat di simpang Perumahan Jupiter. Arus lalu lintas sempat ditutup selama proses pengerjaan dan kini sudah kembali normal. Namun, permukaan jalan di titik perbaikan masih berupa semenisasi dan belum diaspal ulang.

Masyarakat berharap Pemko Batam segera menindaklanjuti tahapan pengaspalan sekaligus memperketat pengawasan kendaraan berat yang melintas di jalur tersebut. Menurut warga, truk-truk pengangkut tanah itu tidak hanya merusak jalan, tapi juga membahayakan pengguna kendaraan kecil karena sering melaju dengan kecepatan tinggi.

“Kalau pemerintah tidak tegas, jalan ini bisa rusak lagi. Truk besar harus dibatasi jam operasionalnya atau diarahkan lewat jalur lain,” kata Wanto warga lainnya.

Warga Marina City meminta agar instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan dan Satlantas Polresta Barelang, turut menertibkan aktivitas kendaraan proyek. Mereka juga berharap perusahaan pengembang di kawasan Marina ikut bertanggung jawab menjaga kondisi jalan agar pembangunan tetap berjalan tanpa merugikan masyarakat sekitar. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update