
batampos – Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura melakukan sidak ke gudang Perum Bulog di Batu Ampar, Senin (2/3/2026). Sidak dilakukan untuk memastikan kesiapan stok beras di Batam menyusul kebijakan penghentian impor beras oleh pemerintah pusat.
Dalam kunjungan itu, Nyanyang menyebut kebutuhan beras di Batam sangat tinggi. Saat ini, stok yang tersedia terdiri dari beras SPHP sekitar 3.200 ton dan beras premium sekitar 350 ton. Sementara minyak goreng tersedia sekitar 54 ton dan distribusinya berjalan normal.
“Dengan stok yang ada, mudah-mudahan kebutuhan beras masyarakat Batam aman hingga tiga bulan ke depan,” kata Nyanyang disela kunjungan.
Ia menambahkan, melalui agenda business matching di Gerak Kepri, para pelaku usaha telah sepakat tidak lagi mengimpor beras. Seluruh distributor kini diwajibkan mengambil pasokan dari Bulog dengan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan.
“Semua distributor wajib ambil beras di Bulog. Harga premium di tingkat distribusi sekitar Rp15.400 per kilogram dan SPHP Rp13.100 per kilogram. Kualitas berasnya baik,” ujarnya.
Nyanyang menegaskan, kebijakan ini merupakan kesepakatan bersama Satgas Pangan, kementerian terkait, serta pemerintah daerah. Pemerintah provinsi bersama Pemko Batam akan mengawasi ketersediaan di lapangan. Sementara pengaturan persediaan tetap berada di pemerintah pusat. Soal sanksi bagi distributor yang melanggar, kata Nyanyang, akan diatur oleh kementerian.
“Nanti akan diatur juga dalam bentuk tertulis,” tegas Nyayang.
Kebijakan ini sejalan dengan kondisi nasional yang sudah surplus beras. Pemerintah mendorong penyaluran beras dalam negeri agar hasil produksi petani terserap maksimal. Nyanyang memastikan, persediaan pangan untuk tujuh kabupaten/kota di Kepri saat ini dalam kondisi aman.
Sementara, Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Guido XL Pereira, mengatakan stok beras di gudang Bulog Batam saat ini mencapai sekitar 3.200 ton untuk beras medium/SPHP dan 350 ton untuk beras premium. Dengan rata-rata penyaluran, stok tersebut diperkirakan cukup untuk 3–4 bulan ke depan atau hingga Juni.
“Wilayah kerja kami meliputi Kota Batam dan Kabupaten Karimun. Stok di Karimun sempat menipis sekitar 289 ton. Kami sudah datangkan tambahan sekitar 500 ton dari Tanjungpinang, sehingga persediaan menjelang Lebaran aman,” ujar Guido.
Bulog Batam juga menyiapkan tambahan pasokan sekitar 2.000 ton. Dari jumlah itu, sekitar 1.250 ton merupakan beras premium yang dipasok dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Sisanya merupakan beras medium/SPHP yang saat ini dalam perjalanan.
“Distributor sudah mulai mengambil beras langsung ke Bulog. Stok cadangan kami jaga minimal tiga bulan, dan pasokan akan terus datang bertahap,” kata Guido.
Menurutnya, pasokan dari Pulau Jawa dipilih karena jalur logistik lebih lancar dan biaya angkut lebih efisien dibandingkan pengiriman dari wilayah timur Indonesia.
“Kami optimistis kebutuhan beras Batam dan Karimun hingga Lebaran dapat terpenuhi tanpa kendala,” pungkasnya.(*)



