Selasa, 20 Januari 2026

SIDEWA OBAT, Inovasi Digital RSUD Embung Fatimah Tingkatkan Keselamatan Pasien

spot_img

Berita Terkait

spot_img
RSUD Embung Fatimah meraih prestasi dalam ajang BRIDA Kota Batam. Rumah sakit ini berhasil meraih Harapan I Inovasi Digital Terbaik serta Juara II OPD Terinovatif, menunjukkan komitmen terhadap pengembangan layanan berbasis teknologi. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – RSUD Embung Fatimah Kota Batam resmi meluncurkan Sistem Pelayanan Farmasi Berbasis Digital sebagai langkah modernisasi pelayanan kesehatan sekaligus upaya menekan risiko medication error dalam proses penyerahan obat kepada pasien. Sistem ini merupakan bagian dari Rancangan Aksi Perubahan (RAP) Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan IV Tahun 2025 yang disusun oleh drg. Irma Solvia, selaku Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan. Peluncuran tersebut menjadi tonggak penting dalam transformasi layanan farmasi daerah.

Digitalisasi layanan farmasi lahir dari berbagai tantangan di lapangan, seperti tingginya beban kerja petugas, pencatatan manual yang kerap memicu kesalahan, hingga keterlambatan distribusi obat di IGD, rawat jalan dan rawat inap. Sistem ini mengadopsi prinsip 7 benar pemberian obat, memperkuat verifikasi melalui barcode/QR Code, fitur peringatan alergi, serta terintegrasi penuh dengan SIMRS Khanza.

“Kami ingin memastikan setiap obat yang diberikan tepat pasien, tepat dosis, dan tepat waktu. Sistem ini dibangun untuk menutup celah kesalahan dan meningkatkan keselamatan pasien,” ujar drg. Irma Solvia.

Dengan hadirnya sistem digital tersebut, proses penyerahan obat kini berlangsung lebih efisien dan akurat. Pasien juga ikut melakukan verifikasi identitas serta kesesuaian obat yang diterima, sehingga layanan menjadi lebih transparan. “Kalau dulu pencatatan manual berpotensi menimbulkan kekeliruan, kini seluruh proses tercatat rapi dan dapat dilacak secara digital. Ini sangat membantu tenaga farmasi bekerja lebih cepat dan presisi,” tambah Irma.

Tak hanya memperkuat mutu internal, inovasi bertajuk SIDEWA OBAT ini juga mengantarkan RSUD Embung Fatimah meraih prestasi dalam ajang BRIDA Kota Batam. Rumah sakit berhasil meraih Harapan I Inovasi Digital Terbaik serta Juara II OPD Terinovatif, menunjukkan komitmen terhadap pengembangan layanan berbasis teknologi. “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa transformasi yang kami lakukan bukan hanya konsep, tetapi berjalan nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ucapnya.

Direktur RSUD Embung Fatimah Rr. Sri Widjatyanti Suryandri menegaskan bahwa digitalisasi farmasi merupakan bagian dari strategi menuju rumah sakit berstandar pelayanan tinggi. “Prioritas kami adalah keselamatan pasien. Sistem digital farmasi memberikan kendali lebih kuat pada mutu layanan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap rumah sakit daerah,” tuturnya.

Selain itu, manajemen berharap inovasi ini dapat direplikasi oleh fasilitas kesehatan lain di Indonesia sebagai model pengembangan farmasi modern. “Digitalisasi bukan tren sementara, melainkan kebutuhan dalam layanan kesehatan. Kami siap berbagi pengalaman agar rumah sakit lain juga bisa mengadopsi sistem serupa,” ungkap Direktur RSUD.

Dengan transformasi ini, RSUD Embung Fatimah semakin menegaskan diri sebagai institusi pelayanan kesehatan yang progresif dan adaptif terhadap teknologi. Sistem farmasi digital diharapkan menjadi fondasi pengembangan mutu pelayanan yang lebih aman, profesional dan terukur dalam jangka panjang.

Rumah sakit memastikan inovasi pelayanan digital akan terus dikembangkan secara berkelanjutan demi memberikan layanan kesehatan modern yang berorientasi pada keselamatan pasien. Transformasi ini sekaligus diharapkan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan publik di Kota Batam. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update