Sabtu, 17 Januari 2026

Sinar Primera dan Gaw Capital Partners Resmikan Golden Digital Gateway Data Center di Nongsa Digital Park, Indonesia

spot_img

Berita Terkait

spot_img

Seremoni peresmian Golden Digital Gateway di Nongsa Digital Park, Batam (20/2), ditandai dengan pemotongan pita oleh jajaran pimpinan dan mitra strategis. Kehadiran fasilitas ini diharapkan memperkuat konektivitas digital di Indonesia.

batampos – Sinar Primera, bersama mitranya Gaw Capital Partners, perusahaan ekuitas swasta di bidang real estat, resmi meluncurkan Golden Digital Gateway, pusat data kolokasi canggih yang bersifat carrier-neutral di Nongsa Digital Park. Peluncuran ini menandai langkah besar dalam memperkuat infrastruktur digital Indonesia sekaligus menjadi tahap pertama dari pengembangan dua fase yang telah dirancang oleh perusahaan. Kini, pusat data ini telah beroperasi penuh dan siap memberikan layanan bagi pelaku bisnis yang membutuhkan solusi teknologi terbaik.

Pusat data ini menawarkan keunggulan utama berupa konektivitas latensi rendah ke Singapura, dengan waktu transmisi kurang dari 2 milidetik melalui jalur redundan yang beragam. Hal ini memastikan akses data yang mulus dan andal bagi para pelanggan, memungkinkan mereka memilih solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnisnya.

Terletak di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), fasilitas ini tidak hanya menawarkan stabilitas dan skalabilitas tinggi, tetapi juga memberikan efisiensi biaya operasional yang signifikan bagi penggunanya. Dengan keunggulan ini, Golden Digital Gateway menjadi pintu gerbang strategis bagi perusahaan yang ingin memperluas jangkauan ke pasar Asia Tenggara yang terus berkembang.

Gaw Capital Partners berkomitmen untuk tidak hanya menjawab kebutuhan digital saat ini, tetapi juga mengantisipasi tantangan masa depan. Dengan fokus pada pengembangan aset real estat alternatif berkualitas tinggi, perusahaan terus berupaya menciptakan peluang investasi yang berkelanjutan dan berdampak positif. Melalui kolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan, Gaw Capital berambisi mendefinisikan ulang standar pusat data berkelanjutan dengan mengoptimalkan sumber daya serta mengurangi emisi karbon melalui solusi teknologi inovatif.

Acara Grand Opening Golden Digital Gateway di Nongsa Digital Park, Batam (20/2) dihadiri berbagai pemangku kepentingan. Infrastruktur ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital dan ekosistem data center di Indonesia.

Sinar Primera, dengan tiga lini bisnis utamanya—eco-city township terintegrasi, fasilitas pergudangan berkualitas tinggi, dan pusat data canggih—terus berkomitmen untuk menyediakan produk dan layanan berskala global serta memanfaatkan lokasi-lokasi strategis guna memberikan fasilitas terbaik kepada mitra bisnisnya.

Kok Chye Ong, Managing Director, Head of Data Center Platform, Asia (Ex-China) Gaw Capital, menyampaikan antusiasmenya:
“Bersama mitra kami, Sinar Primera, kami menyambut baik penyelesaian pusat data pertama kami dalam waktu kurang dari sembilan bulan. Keberhasilan ini merupakan bukti dari komitmen bersama kami dalam menghadirkan infrastruktur digital canggih di Indonesia, membuka jalan menuju masa depan yang lebih terhubung dan cerah.”

Hong Kah Jin, Head of Sinar Primera Group, menambahkan:
“Sebagai perusahaan yang berfokus pada real estat ekonomi baru, Sinar Primera berkomitmen menghadirkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan. Kehadiran pusat data ini di Batam membuka kesempatan baru bagi perusahaan yang membutuhkan infrastruktur IT berkelas dunia dengan biaya yang lebih kompetitif dibandingkan Singapura. Kami yakin kolaborasi ini akan mempercepat pengembangan ekosistem digital yang lebih kuat di Indonesia.”

Pada tahap pertama, pusat data ini telah memenuhi standar Tier III dengan kapasitas IT sebesar 5,2 MW. Dengan penggunaan peralatan canggih dan desain inovatif, fasilitas ini secara signifikan mengurangi limbah konstruksi serta menghemat penggunaan air, menciptakan standar baru dalam keberlanjutan lingkungan. Ke depan, perusahaan berencana memperluas kapasitas hingga 20 MW dalam tahap kedua guna memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat. (*)

Update