Kamis, 2 April 2026

Singapura Siapkan Promosi, Atraksi, dan Ide untuk Menarik Wisman

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

batampos – Terhitung 1 April 2022, Singapura akan membuka pintu internasional untuk Batam dan Bintan. Namun, hanya satu pelabuhan saja yang diaktifkan sementara waktu, yakni Tanah Merah. Vaccinated Travel Framework ini akan dipantau selama dua pekan hingga satu bulan.

Konjen Singapura Mark Low.
foto: Juanda / Batam Pos

”Ini konsep masih baru, so kasih jalan du­lu. Ada masalah diperbaiki dan cari solusi. Jika semuanya lancar, tentunya akan di­perluas,” kata Konjen Singapura Mark Low, saat ditemui di kantornya di Panbil, Rabu (30/3/2022).

Pemerintah Singapura, kata Mark Low, menjalankan semuanya step by step. Sembari memantau dari kebijakan terbaru yang dikeluarkan.

”Saat ini kami di Singapura dalam masa transisi dari pandemi menuju endemi. Posisinya saat ini di tengah (antara pandemi dan endemi),” ujarnya.

Mark juga mengatakan, syarat masuk ke Singapura dari Batam atau Bintan, sangat mudah dan tidak ada pembatasan kuota.

Warga dari Kepri yang sudah vaksinasi dosis kedua, lalu sebelum berangkat harus menjalani tes antigen atau PCR, maka sesampai di Singa-pura, tidak akan menjalani tes PCR atau antigen lagi.

”Juga tidak perlu lagi menunjukan bukti konfirmasi pemesanan hotel dan pembayaran selama menginap di Singapura. Termasuk juga menunjukkan booking-an tiket feri pulang-pergi,” ujarnya.

Per 1 April, warga dari Batam dan Bintan juga sudah dapat mengunjungi atau mendatangi rumah saudaranya yang ada di Singapura. ”Semuanya sudah hampir mirip normal, tapi tetap bertahap,” ucapnya.

Warga Kepri juga tidak perlu lagi mengajukan permohonan travel pass. ”Vaksin dua kali, ART antigen, sudah bisa datang ke Singapura,” ujar Mark.

Bagi masyarakat Kepri yang ingin datang ke Singapura, ia mengatakan syarat detail bisa diperoleh melalui laman safetravel.ica.gov.sg.

Terkait penanganan Covid-19 di Kepri, Mark memuji kinerja Pemerintah Kota Batam, Provinsi Kepri, dan semua pihak yang berperan aktif. menurutnya, kerja keras semua pihak ini membuat jumlah kasus positif Covid-19 dapat ditekan. Selain itu, ia juga memuji pelaksanaan vaksinasi di Kepri.

”Vaksinasi dosis pertama dan kedua sangat tinggi, sangat bagus,” ungkapnya.
Apakah Pemerintah Singapura mendorong warganya berlibur ke Kepri? Mark mengatakan bahwa hal itu tergantung dari warga Singapura, tidak ada arahan khusus dari Pemerintah Singapura.

Namun ia yakin, setelah dua tahun tidak bisa berlibur, tentunya warga Singapura akan memanfaatkan kelonggaran aturan di negaranya, serta negara lain, untuk berlibur. Namun, untuk datang atau tidaknya WN Singapura ke Batam atau Bintan, kata Mark, juga tergantung dari promosi, atraksi, dan ide yang ditawarkan pelaku pariwisata.

”Sebelumnya wisman datang ke Kepri itu 2 jutaan orang, sekitar 1,6 juta dari Singapura. Nah, bagaimana menarik mereka datang lagi ke sini, butuh packaging dan ide yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Singapura, kata Mark, juga sedang berusaha meningkatkan kunjungan wisatawan. Sebelum pandemi, kunjungan wisatawan ke Singapura mencapai 16 juta orang. Namun, saat pandemi semua itu hilang.

”Kami berusaha menarik orang untuk datang, tentunya berbagai packaging dan ide menarik kami buat,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, saat ini kasus Covid-19 di Singapura sudah sangat rendah. Selain itu, vaksinasi tahap kedua sudah mencapai 90 persen lebih dan booster mencapai 70 an persen.

”Vaksinasi semakin tinggi, membuat kami menjadi semakin confidence. Sehingga bisa hidup bersama Covid–19,” tuturnya.

Pemerintah Singapura juga menerapkan tidak menggunakan masker lagi di luar ruang. Namun, masih mewajibkan memakai masker di dalam ruang.

”Tapi bagi masyarakat Singapura memakai masker sudah menjadi kebiasaan, jadi boleh saja,” ujarnya. (*)

UPDATE