Minggu, 29 Maret 2026

Sinyal El Nino Mulai Terbaca, Kemarau Datang Bertahap

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Beberapa hari ini kota Batam mengalami cuaca panas. Terpancar terik matahari yang terjadi di kawasan Batamcenter, beberapa waktu lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena pemanasan suhu atau El Nino belum memberi pengaruh berarti terhadap cuaca di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

‎Namun, sinyal perubahan mulai terbaca: fase El Nino lemah diperkirakan muncul pada semester II 2026 ini.

‎Forecaster Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Debora, menyebut hingga dasarian II Maret 2026, kondisi El Nino -Southern Oscillation (ENSO) fenomena iklim global berskala besar masih berada pada fase netral, tidak mendorong peningkatan maupun penurunan curah hujan.

‎“Namun diprediksi akan masuk dalam kategori El Nino lemah mulai semester II tahun ini,” ujarnya, Selasa (24/3).

Baca Juga: Trafik Penerbangan Hang Nadim Naik, Puncak Arus Balik Diprediksi 28 Maret

‎Dalam pola umumnya, El Nino identik dengan penurunan curah hujan, terutama di Indonesia bagian timur. Sementara wilayah barat seperti Kepri, dampaknya tidak terlalu tajam.

‎“Pengaruh El Nino tidak cukup signifikan untuk wilayah Indonesia bagian barat termasuk Kepri,” kata Debora.

‎Kondisi atmosfer di Kepri saat ini pun belum mendukung pembentukan awan hujan secara optimal. Cuaca cenderung cerah hingga berawan, dengan peluang hujan yang relatif kecil.

‎Meski begitu, BMKG tetap menjaga kewaspadaan. Informasi cuaca terus diperbarui dan disampaikan ke instansi terkait sebagai langkah antisipasi dini. Di saat yang sama, peta awal musim kemarau mulai terbentuk.

‎BMKG memprediksi kemarau di Kepri tidak datang serentak, melainkan bergeser perlahan dari satu wilayah ke wilayah lain, mulai akhir Mei hingga pertengahan Juli.

‎Natuna diperkirakan menjadi wilayah pertama yang masuk kemarau pada akhir Mei. Disusul Jemaja di Anambas pada awal Juni.

Baca Juga: Api Mengamuk di TPS Tanjung Riau, Bukit Hutan Lindung Nyaris Dilalap Si Jago Merah

Batam bagian timur baru menyusul pada akhir Juni, bersamaan dengan Siantan dan Matak. Sementara Tambelan dan Natuna bagian tenggara menjadi penutup, memasuki kemarau sekitar pertengahan Juli.

‎Sebaliknya, sejumlah wilayah seperti Batam bagian barat, Rempang, Karimun, dan Kundur bahkan disebut telah lebih dulu mengalami kondisi kemarau.

‎Namun tidak semua daerah memiliki batas musim yang tegas. Wilayah seperti Bintan, Tanjungpinang, Lingga, hingga Singkep masih memungkinkan hujan turun meski telah memasuki periode kemarau.

‎BMKG mengingatkan, peralihan musim di Kepri berlangsung dinamis. Hujan lokal masih bisa muncul, terutama pada siang hingga sore hari. Di saat yang sama, masyarakat mulai diminta bersiap menghadapi potensi berkurangnya curah hujan dalam beberapa bulan ke depan.(*)

ReporterM. Sya'ban

UPDATE