Selasa, 17 Februari 2026

Sirajudin Nur: Segera Bangunkan BLK di Kepri

Bekali Masyarakat dengan Keterampilan Kerja, Tingkatkan Kompetensinya

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sirajudin Nur menyerahkan sertifikat kompetensi kepada peserta pelatihan tata boga angkatan I di Batam. F. Tim Sirajudin Nur/Batam Pos.

batampos – Kota Batam yang memiliki jumlah penduduk mencapai 1,3 juta jiwa, dengan pertumbuhan industri dan UMKM-nya yang maju pesat, sangat dibutuhkan adanya Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas, yang akan sangat membantu peningkatan kompetensi angkatan kerja dan peluang wirausaha baru atau pemula.

Faktanya di lapangan, dari dulu hingga saat ini keberadaan BLK di Batam seolah hanya mimpi, angan-angan belaka, dan jadi isapan jempol saja. Kota Batam dengan tingkat pertumbuhan penduduknya yang sangat pesat, nyatanya tak memiliki BLK komunitas.

Atas hal itulah, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepri Sirajudin Nur, mendesak Kemenakertrans untuk segera mewujudkan pembangunan BLK berbasis komunitas di Kota Batam.


Padahal, menurut politikus kenamaan Provinsi Kepri dari PKB ini, program BLK komunitas sendiri merupakan program unggulan Kemenakertrans yang diluncurkan sejak 2017 lalu. Sayangnya hingga sekarang ini, belum mampu diimplementasikan atau diwujudkan di Batam.

“Program BLK komunitas sendiri adalah upaya pemerintah dalam meningkatkan sebaran lembaga pelatihan kerja, serta mendekatkan akses pelatihan ke masyarakat atau komunitas. Dengan adanya BLK komunitas, diharapkan masyarakat memiliki keterampilan kerja yang mampu terserap oleh dunia usaha dan industri. Masyarakat Batam diharapkan memiliki daya saing dan kompetensi pada dunia usaha, itulah kenapa saya mendesak ke Kemenakertrans agar dibangunkan segera BLK di Batam,” tegas politisi yang sudah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Kepri dua periode berturut-turut ini.

Masih kata Sirajudin Nur, dirinya perlu mendorong dan mendesak Kemenakertrans untuk membangun BLK komunitas di Batam.

Bukan tanpa alasan. Karena selain letak geografis-nya Kota Batam yang sangat strategis, pertumbuhan penduduknya meningkat sangat pesat, kondisi perekonomiannya juga terus membaik dari tahun ke tahun, keberadaan BLK komunitas akan menjadi alternatif bagi pengembangan kualitas SDM di Batam.

“Selain untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri, program BLK komunitas ini, kami harapkan akan mampu memberi harapan baru bagi masyarakat di Batam untuk mengurangi tingkat pengangguran di Batam,” terang politisi yang konsen pada kebijakan sosial masyarakat ini, dan aktif melakukan kegiatan merawat kebudayaan ini.

Atas hal itulah, melalui Disnaker Provinsi Kepri, pria kelahiran 11 Juni 1973, yang juga calon anggota DPD dari Kepri ini dengan tegas meminta agar Pemprov Kepri serius membantu dan mendesak percepatan pembangunan BLK komunitas di Kepri, khususnya di Batam yang memiliki jumlah penduduk terbesar di Kepri. (*)

Reporter: GALIH ADI SAPUTRO

 

Update