
batampos – Ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat konflik antara Iran, Israel, dan sejumlah negara Arab lainnya tidak berdampak terhadap proses pemulangan jamaah haji asal Indonesia, khususnya yang melalui Debarkasi Batam. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Batam memastikan seluruh tahapan pemulangan tetap berjalan lancar dan sesuai jadwal.
Sekretaris PPIH Debarkasi Batam, Zulkarnain Umar, mengatakan hingga Jumat (27/6), pihaknya telah menerima kedatangan 15 kelompok terbang (kloter) jamaah yang seluruhnya tiba tepat waktu tanpa hambatan.
“Alhamdulillah sampai saat ini proses kepulangan jamaah haji melalui Debarkasi Batam tidak mengalami hambatan. Sampai kemarin, kami telah menerima kedatangan 15 kloter yang dijadwalkan, tidak ada masalah semua sesuai jadwal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Debarkasi Batam pada musim haji tahun 2025 ini memberangkatkan sebanyak 27 kloter jamaah haji yang berasal dari empat provinsi, yaitu Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat. Total keseluruhan terdapat 11.840 jamaah dan petugas haji yang akan dipulangkan secara bertahap dalam dua gelombang.
“Kloter 1 sampai 14 termasuk dalam gelombang pertama yang diberangkatkan dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, menuju Batam. Sedangkan kloter 15 hingga kloter 27 masuk dalam gelombang kedua yang diberangkatkan dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, ke Batam,” jelas Zulkarnain.
PPIH Debarkasi Batam terus memantau situasi internasional, terutama yang berkaitan dengan perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Meski begitu, pihaknya tetap berkoordinasi secara intensif dengan berbagai lembaga terkait, baik di dalam maupun luar negeri, guna menjamin kelancaran seluruh proses pemulangan.
“Jamaah dan keluarga diimbau tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari Kementerian Agama. Jangan terpancing informasi tidak valid yang beredar di media sosial,” imbaunya.
Selain memastikan proses pemulangan berjalan aman dan tertib, PPIH Debarkasi Batam juga melaporkan jumlah jamaah haji yang wafat selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Hingga saat ini, tercatat 25 jamaah wafat sejak keberangkatan kloter pertama pada Mei 2025 lalu.
Menurut Zulkarnain, para jamaah yang wafat berasal dari empat provinsi yang tergabung dalam Embarkasi Batam. Sebagian besar dari mereka wafat karena faktor usia lanjut serta penyakit bawaan yang kambuh selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Mereka wafat di berbagai tempat, seperti Makkah, Madinah, Arafah, dan Mina. Ini tentu menjadi duka mendalam bagi kita semua, namun juga bagian dari takdir perjalanan ibadah yang penuh pengorbanan,” ujarnya.
Sementara itu, secara nasional, proses pemulangan jamaah haji masih terus berlangsung. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengungkapkan bahwa masih ada sekitar 90 ribu jamaah haji Indonesia yang belum dipulangkan ke Tanah Air akibat dampak situasi keamanan yang tidak stabil di kawasan Timur Tengah.
“Jamaah haji itu kurang lebih, tinggal masih separo lebih dikit ya, sekitar 90.000 orang,” kata Abdul Wachid dalam keterangannya, Selasa (24/6).
Ia juga mengimbau agar pemerintah melalui Kementerian Agama terus memastikan proses pemulangan berjalan lancar dan memberikan perhatian khusus terhadap keamanan serta kenyamanan para jamaah. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



