Senin, 26 Januari 2026

SMK Negeri 10 Batam Siapkan Siswa Hadapi Tantangan Industri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Program Murid Teknik Pengelasan Belajar di Industri PT. Bahari Bahtera Shipyard.

batampos– SMK Negeri 10 Batam, Sekolah Menengah Kejuruan yang baru berkembang sejak didirikan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 341 Tahun 2024, terus memantapkan langkah mempersiapkan siswanya untuk menghadapi tantangan dunia kerja, khususnya di sektor perkapalan, migas, dan teknologi digital.

Sejak awal berdiri, sekolah ini aktif menjalin kemitraan dengan dunia industri agar lulusannya memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar kerja. Salah satu mitra strategis adalah PT BBS, perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan kapal. Kemitraan ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) pada 16 Juli 2024.

Direktur PT BBS, Yahya Bin Usman, menegaskan pihaknya berkomitmen membimbing siswa berbakat di jurusan Teknik Pengelasan. “Kami ingin lulusan SMK Negeri 10 Batam mampu berkarya di industri galangan kapal maupun migas, baik di PT BBS maupun perusahaan sejenis lainnya. Saya tidak mau lulusan SMK ini menjadi penyumbang angka pengangguran di Kota Batam,” tegas Yahya.

Bentuk nyata dari kerja sama itu adalah Program Murid Belajar di Industri (PMBdI) yang mulai dilaksanakan pada 25 Juli 2025. Kepala SMK Negeri 10 Batam, Herlina Dwi Kurnia, S.E., M.M., menjelaskan program ini berlangsung selama satu tahun dan dibagi menjadi empat gelombang. Setiap gelombang diikuti 20 siswa selama kurang lebih tiga bulan.

BACA JUGA: Disdik Batam Tunggu Laporan Resmi dari Sekolah Swasta untuk Penerima Bantuan Pendidikan

Siswa akan dibimbing tenaga ahli bersertifikat kompetensi nasional dan internasional. “Materi yang diberikan adalah keterampilan pengelasan yang benar-benar dibutuhkan industri. Siswa wajib praktik langsung di proses fabrikasi, selain mendapat teori tambahan dari industri,” jelas Yahya.

Pembukaan Ekstrakurikuler Cyber Security Murid Rekayasa Perangkat Lunak bersama Infinite Learning.

Menurutnya, kolaborasi sekolah dan industri sangat penting karena kebutuhan industri terus berkembang sesuai teknologi dan standar global. “Link and match harus berjalan. Kalau tidak, lulusan akan ketinggalan,” ujarnya.

Kerja sama ini juga mencakup Program Magang Guru agar pendidik dapat mengikuti perkembangan dunia industri sehingga materi pembelajaran di sekolah selalu relevan.

Selain fokus di bidang pengelasan, SMK Negeri 10 Batam juga mengembangkan kompetensi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) melalui kerja sama dengan Infinite Learning yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park. Program ini mencakup penyelarasan kurikulum, pelatihan siswa dan guru, hingga ekstrakurikuler cyber security.

Kegiatan ekstrakurikuler cyber security dibuka langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepri di Kota Batam, Kasdianto, S.Pd., pada Jumat, 8 Agustus 2025, di Lab RPL SMK Negeri 10 Batam. Acara tersebut dihadiri pengawas SMK, ketua komite sekolah, kepala sekolah, majelis guru, mentor Infinite Learning, serta 20 siswa peserta ekskul.

Kasdianto mengapresiasi kemajuan SMK Negeri 10 Batam yang baru memasuki tahun kedua. “Sekolah ini sudah mampu menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan besar, termasuk yang ada di KEK Nongsa Digital Park. Ini pencapaian yang patut dibanggakan,” katanya. Ia berpesan agar siswa memanfaatkan kesempatan belajar teknologi canggih, menjaga sikap, menghormati guru dan orang tua, serta menyiapkan diri menghadapi peluang kerja di Batam maupun luar negeri.

Fasilitas Lab RPL SMK Negeri 10 Batam kini dilengkapi 32 komputer, dua unit AC bantuan Universitas Internasional Batam (UIB), instalasi listrik dari PT Bintan Offshore Marine Center (BOMC), serta teralis hasil karya siswa Teknik Pengelasan dengan dukungan bahan dari PT BBS. Fasilitas ini digunakan untuk pembelajaran praktik, kegiatan ekstrakurikuler, dan pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) perdana sekolah.

Marsani, mentor Infinite Learning, menyebut cyber security sebagai bidang vital di era digital, baik untuk kepentingan negara, pendidikan, maupun perlindungan individu. “Kesempatan belajar seperti ini harus dimanfaatkan maksimal oleh siswa,” ujarnya.

Kepala SMK Negeri 10 Batam, Herlina, menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, mitra industri, instansi, universitas, masyarakat, para guru, dan orang tua/wali murid atas dukungan membangun sekolah baru ini. “Kami ingin mencetak lulusan yang beradab, berprestasi, dan kompeten, sehingga siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga

Update