batampos – SMK Penerbangan SPN Dirgantara telah melangsungkan wisuda atau kelulusan taruna dan taruni angkatan SAS Wira Sakti di Pena Hall, Batam Center, Sabtu (11/6/2022). Sebanyak 40 siswa dinyatakan lulus memenuhi persyaratan dengan sebutan “Alusta”.

Sebelum proses wisuda taruna dan taruni menampilkan hiburan seperti orkes musik, pencak silat, atraksi sulap, dan astapora prosesi kebesaran SPN Dirgantara Batam. Hadir dalam wisuda keenam kali ini seperti Guru Besar SMK Penerbangan SPN Dirgantara, Budiman; Pembima SPN Dirgantara Batam, Erwin Depari, dan Kepala Sekolah SPN Dirgantara Batam, Dunya Harun.
“Semoga dalam pembentukan karakter yang kuat selama di SPN Dirgantara Batam bisa bermanfaat bagi dunia industri penerbangan,” ungkap Guru Besar SMK Penerbangan SPN Dirgantara, Budiman.
Ia menyampaikan bahwa SMKs Pernebangan SPN Dirgantara dibawah naungan Yayasan Septa Lencana yang didirikan 2014 memiliki kurikulum mendidik taruna dan taruni dengan pendidikan mental, disiplin ,dan karakter keprajuritan.
Dalam pendidikan semi militer dengan mengajarkan kepemimpinan SDM yang memiliki sistem kerja yang profesional bertanggung jawab dibidang mesin dan rangka pesawat. Serta membentuk teamwork yang handal dan mempunyai pengetahuan teknologi sehingga siap di dunia kerja baik di kancah Nasional maupun Internasional.
“Karena SMK Penerbangan memiliki impian tujuan menjadi SMK unggulan yang siap ke dunia kerja,” jelasnya.
SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam juga mengembangkan jaringan ke dunia usaha dan industri dibarengi pengembangan mental dan fisik yang dibutuhkan dunia penerbangan. Kemudian iklim belajar yang berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi .
“Maka upaya perbaikan mutu di segala bidang dilakukan secara terus menerus. Taruna dan taruni yang sudah dinyatakan lulus telah melalui proses pembentukan mental sehingga menjadikan lulusan yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan dunia industri penerbangan,” terangnya.
Sarana dan prasarana pendidikan akan selalu di tingkatkan seusai dengan perkembangan teknologi fungsi dan kapasitasnya. SMK Penerbangan Dirgantara mengembangkan sistem kurikulum melalui pendidikan K13 sehingga menggunakan sistem 30 persen teori, 70 persen praktek
“Proses belajar mengajar baik praktek kerja lapangan dibuat sedemikian rupa memungkinkan interaksi antara taruna dan taruni serta pembina saling bermanfaat ditambah tenaga pengajar yang sudah berpengalaman di dunia penerbangan ,”tutupnya. (*)
Reporter : Azis Maulana



