Sabtu, 28 Februari 2026

SMPN 12 Batam Panen Raya Sawi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Ketua I TP-PKK Kota Batam, Erlita Sari Amsakar, ikut panen sayur sawi yang merupakan hasil produktivitas siswa SMP Negeri 12 Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Ketua I TP-PKK Kota Batam, Erlita Sari Amsakar, ikut panen sayur sawi yang merupakan hasil produktivitas siswa SMP Negeri 12 Batam di Legenda Malaka, Batam Kota.

Amsakar mengapresiasi pihak SMPN 12 Batam yang berhasil menjadi sekolah penggerak di angkatan pertama. Proyek Profil Pelajar Pancasila Panen Raya Sawi ini merupakan prestasi.

Karena, dari 10 ribu sekolah di Indonesia yang mengikuti kegiatan edukasi agro industri ini, hanya 2.500 sekolah yang berhasil lolos termasuk SMPN 12 Batam ini.

Sekolah sebagai penggerak substansinya membebaskan gaya model pendidikan ini kepada peserta didiknya. Siswa saat ini bebas berkreasi, dan guru-guru bisa memfasilitasi.

Amsakar sebelumnya menyebut sistem belajar guru yang memberikan ilmu ke murid, komunikasinya hanya 1 arah dan murid mencatat. Saat ini, siswa lah yang berkreasi.

”Butuh waktu 1,5 tahun dan perkembangannya luar biasa. Anak-anak yang hobinya bercocok tanam hari ini (kemarin) kita bisa panen, yang hobinya tari-tarian, ada dua tarian dipersembahkan. Luar biasa bagusnya,” katanya.

Amsakar menuturkan, angkatan pertama ada 6 SMP di Batam yang dinyatakan sebagai sekolah penggerak, angkatan kedua 12 sekolah, dan tahun ini ada 56 sekolah sedang dalam daftar tunggu. Ia berharap seluruh sekolah penggerak ini harus kreatif dan produktif.

”Yang berhasil mengelola potensi anak didiknya bisa menjadi pemantik atau pilot project percontohan sangat saya puji kerja keras baik murid maupun guru pembimbing,” ucapnya.

Amsakar berharap seluruh sekolah di Batam bisa menjadi sekolah penggerak. Sehingga, bisa menumbuhkan peserta didik yang berkualitas dan kreatif.

Kepala Sekolah Penggerak SMPN 12 Batam, Nurmi, mengatakan, SMPN 12 Batam lolos seleksi angkatan pertama sebagai sekolah penggerak di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

”Ikut 10 ribu, yang lolos 2.500 sekolah. Alhamdulillah kami masuk,” sebutnya.

Pada Agustus dan September 2021 lalu, SMPN 12 Batam sudah melaksanakan proyek pertama yaitu tentang teknologi pembangunan NKRI. Anak-anak kelas VII membuat video tentang NKRI.

”Proyek kedua adalah menanam sawi yang hari ini (kemarin) dipanen. Mulai dari awal mencangkul tanah, menggemburkan tanah, memberi pupuk dengan tanah wakaf, mereka semai sampai lebih kurang 2 minggu,” ujar Nurmi saat acara Proyek Profil Pelajar Pancasila Panen Raya Sawi.

Lebih lanjut, acara panen ini sengaja dinamakan sebagai panen raya lantaran ditanam dengan ramai-ramai dan rasa semangat walaupun lahannya tidak besar.

”Harganya juga lumayan mahal bapak/ibu sama seperti di mal. Harganya Rp 15 ribu per pak. Lantaran anak-anak menanamnya pakai rasa cinta,” kata Nurmi sembari tersenyum.

Ia menambahkan, mulai 2 Februari 2022 hingga 14 Februari, peserta didik tidak belajar sama sekali, ditemani oleh gurunya, hanya untuk menanam sawi. Hingga kemarin bisa dipanen pertama.

”Kami ingin maksimal dalam mengerjakan apapun itu, dan siswa bisa dapat ilmu dan produktif,” tutupnya.(*)

Reporter: Yulitavia

SALAM RAMADAN