Jumat, 16 Januari 2026

Soal Isu Indonesia Siap Tampung 2.000 Warga Gaza di Pulau Galang, Ini Penjelasan Menlu Sugiono

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. RSKI Galang.

batampos – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono memberikan penjelasan terkait isu penggunaan Pulau Galang untuk penampungan 2 ribu warga Gaza korban perang.

Menurut dia, belum ada keputusan final mengenai evakuasi warga gaza yang terluka ke Indonesia untuk proses pengobatan ini.

“Ya prosesnya ini masih berjalan sebenarnya. Belum ada yang namanya final-final itu belum ada,” ujarnya di Jakarta, Kamis (7/8).

Dia menjelaskan kembali bahwa sebelumnya Presiden Prabowo telah menyampaikan jika Indonesia terbuka untuk merawat para korban perang gaza, khususnya anak-anak, orang tua, dan perempuan. Namun, dengan catatan semua pihak setuju.

Niatan tersebut pun sudah disampaikan oleh Prabowo ke beberapa pemimpin negara-negara Timur Tengah. Pembicaraan itu dilakukan ketika presiden melakukan kunjungan kenegaraan.

“Dan ceritanya seperti itu. Jadi waktu itu kita bersedia untuk merawat sampai seribu anak-anak ataupun korban terluka yang membutuhkan perawatan medis. Tentu saja dengan, satu, persetujuan dari seluruh pihak terkait di sana, persetujuan dari negara-negara tetangganya langsung, Jordan, Mesir, dan tentu saja otoritas Palestina sendiri,” jelasnya.

Menurut Sugiono, ketika sudah membuka diri, tentu perlu persiapan. Karena itu, pemerintah pun mulai menyiapkan alternatif-alternatif lokasi untuk bisa menampung dan merawat mereka. Salah satunya di Pulau Galang.

Pulau ini menjadi salah satu pilihan lantaran dinilai siap infrastrukturnya pasca digunakan sebagai tempat perawatan Covid-19.

“Kemudian hal-hal yang sifatnya teknis juga kan harus kita persiapkan, jadi sewaktu-waktu itu (evakuasi korban Gaza untuk dirawat di Indonesia) bisa dilaksanakan ya kita udah siap,” ungkapnya.

Kendati demikian, Sekjen Partai Gerindra tersebut mengaku belum ada pembicaraan mengenai pendataan korban. Termasuk, teknis waktu ataupun upaya pemindahan para korban tersebut ke Indonesia.

“Belum sampai ke sana (pendataan). Kemarin itu ya kan disampaikan kita ada permintaan, permintaan yang ngomongnya lebih teknis juga belum seperti apa,” katanya.

Disinggung soal kementerian lembaga yang bakal dilibatkan, Sugiono mengaku masih belum tahu. Tapi, diperkirakan selain Kementerian Luar Negeri (Kemlu), ada pula Kementerian Kesehatan (Kemenkes) karena berkaitan dengan proses penyembuhan. “(Soal jumlah nakes) Itu terlalu jauh deh,” ungkapnya.

Belum adanya kepastian ini juga menyangkut jumlah warga Gaza yang akan diobati di Indonesia. Sugiono mengakui, jumlahnya tergantung kapasitas Indonesia.

Ia juga menegaskan, belum ada keputusan soal berapa lama mereka akan ada di Indonesia nantinya. “Ya ke sini aja belum. Waktu itu disampaikan kita siap menerima sampai seribu,” pungkasnya. (*)

SourceJPGroup

Update