
batampos – Aplikasi kencan, MiChat di Kota Batam kerap digunakan untuk praktik prostitusi online. Namun, banyak penggunanya menjadi korban kejahatan, seperti pemerasan, penganiayaan hingga dibunuh.
Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin meminta masyarakat untuk menghindari aplikasi-aplikasi kencan ini. Sebab, para penggunanya berpotensi besar menjadi korban kejahatan.
“Hindarilah aplikasi kencan, love, yang nantinya bisa menjadi korban,” ujarnya, Selasa (3/6).
Zaenal mengatakan pihaknya sudah melakukan imbauan dan sosialisasi terkait penggunaan aplikasi ini. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan bisnis prostitusi di aplikasi tersebut.
“Kita lakukan 3 aspek, preventif, preemtif dan reperesif. Preventif dari pencegahan, kembali lagi ke dasar iman seseorang,” katanya.
Untuk represif, kata Zaenal, pihaknya akan meningkatkan kemampuan penyidik untuk penanganan kasus yang ada di aplikasi-aplikasi kencan tersebut.
“Kemampuan penanganan dari penyidik ditingkatkan. Bukan hanya MiChat, termasuj aplikasi lain,” ungkapnya.
Sebelumnya, seorang wanita berinisial Vla, 30, ditemukan tewas dengan puluhan luka tusuk di salah satu kamar hostel di kawasan simpang Basecamp Sagulung, Senin (2/6) sekitar pukul 03.00 WIB. Ia dibunuh secara brutal oleh pelanggan prianya, Mi, 20, setelah terjadi cekcok soal tarif layanan.
Keduanya berkenalan melalui aplikasi MiChat dan sepakat dengan tarif Rp 350 ribu. Namun, usai berhubungan, pelaku menolak membayar sesuai tarif tersebut.
Terkait kasus ini, Zaenal mengatakan pelaku dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.
Dalam pembunuhan ini, pelaku sudah mempersiapkan pisau dan membawanya ke lokasi.
“Pelaku akan dijerat dengan pasal pembunuhan berencana. Namun kami juga sedang menggali aspek psikologisnya,” tutupnya. (*)
Reporter: YOFI YUHENDRI



