
batampos – Menyoroti masalah kesehatan tentang penyakit menular dan cara pengendaliannya, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibnu Sina (UIS) kembali menggelar webinar pada Senin kemarin.
Bertema Peran Tenaga Kesehatan Lingkungan Dalam Pengendalian Penyakit Menular, webinar mengundang dua pemateri dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro, Dr. Nurjazuli, SKM., M.Kes dan dari KKP Kelas I Batam, Dian Sapta Rahayu P, SKM., MM. Selain dua pemateri dari luar, satu pemateri dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Ibnu Sina, Fajar, SKM., M.Kes.
Dibuka oleh Wakil Rektor III Universitas Ibnu Sina, Dr. Sumardin, SE., M.Si., CTT yang mewakili Rektor Universitas Ibnu Sina, Assoc. Prof. Dr. Haji Mustaqim Syuaib, S.E., M.M., Sumardin menyampaikan dalam setiap kegiatan di lingkungan Universitas Ibnu Sina baik online ataupun offline selalu ingin memberikan sumbangsih berupa pemahaman untuk masyarakat. ”Baik di Kota Batam, Kepulauan Riau, serta yang yang lebih luas, pada masyarakat Indonesia,” sebutnya.
”Kegiatan ini memberikan pemahaman bagaimana pendidikan kesehatan lingkungan menjadi barometer sebagai sebuah ilmu, bahwa pendidikan kesehatan lingkungan sangat berguna dalam penanggulangan penyakit ataupun permasalahan-permasalahan yang ada di sekitar masyarakat,” lanjutnya.
Kemudian sambutan dilanjutkan oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Ibnu Sina, Fitri Sari Dewi, SKM., M.KKK. Fitri menyampaikan seminar dari Fakultas Ilmu Kesehatan, akan diagendakan secara konsisten setiap semester pada tahun akademik.
”Seminar kesehatan ini merupakan salah satu dari kurikulum yang terdapat di program studi yang ada. Dan tema pada hari ini kita mengangkat Peran Tenaga Kesehatan Lingkungan Dalam Pengendalian Penyakit Menular,” sebutnya.
”Untuk program studi Kesehatan lingkungan, alhamdulilah, baru saja mendapatkan akreditasi dengan status BAIK SEKALI dari LAM-PTKes. Semoga ini menjadi motivasi dan spirit bagi pengembangan program studi khususnya Kesehatan lingkungan yang nantinya dapat menghasilkan lulusan yang berguna di lingkungan masyarakat khususnya untuk peningkatan kesehatan lingkungan,” kata Fitri.
Dr. Nurjazuli, SKM., M.Kes. yang mengangkat tema situasi dan strategi pengendalian penyakit filariasis (salah satu neglected tropical disesases (NTDs)). Ada 6 penyakit neglected tropical disesases (NTDs) yaitu filariasis, kusta, cacingan, frambusia dan scabies.
Menurutnya, kondisi saat ini penyakit filariasis ini cukup banyak karena memang penyakit ini terabaikan yang tidak menimbulkan kecacatan. ”Di Indonesia saat ini pada akhir tahun 2022 tercatat ada daerah endemis di 236 kabupaten/kota dengan 28 provinsi di Indonesia masih ada penyakit filariasis.” katanya.
Kemudian KKP Kelas I Batam, Dian Sapta Rahayu P, SKM. MM. dengan judul tantangan Nakes di era globalisasi. Globalisasi mempengaruhi perubahan di semua sektor, tidak terkecuali di bidang kesehatan. “Jumlah tenaga kesehatan kurang (< 130 ribu dokter),” ungkapnya
Selanjutnya, Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Ibnu Sina, Fajar, SKM., M.Kes. dengan mengangkat judul mengenai peran dan fungsi tenaga kesehatan lingkungan dalam pengendalian penyakit menular.
Menurut Fajar, ada 7 isu lingkungan hidup yang masih menjadi fokus utama di tahun 2022 yaitu perubahan iklim, sampah, bencana banjir, air bersih, Ruang terbuka hijau, gaya hidup ramah lingkungan dan penyakit menular. “Dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan kesadaran bagi kita seorang tenaga sanitasi atau khusus Kesehatan lingkungan dalam mendukung peran pembangunan kesehatan lingkungan khususnya dalam pengendalian penyakit,” ungkapnya. (*)
Reporter : Umy/adv



