
batampos – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pandang Tak Jemu bersama masyarakat Kampung Tua Bakau Serip menggelar kegiatan Sosialisasi Pelatihan Pengelolaan Sampah Kulit Kerang Gonggong sebagai bahan dasar kerajinan tangan khas daerah 6 pada September lalu.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian yang sudah dimulai dari 22 Juli dan 30 Agustus sebelumnya. Kegiatan bertujuan mendorong kreativitas masyarakat setempat sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui pemanfaatan potensi lokal.
Kegiatan Sosialisasi Pelatihan Pengelolaan Sampah Kulit Kerang Gonggong berlangsung 6 September lalu diikuti 30 peserta dengan antusiasme tinggi.
Seluruh peserta mengikuti pelatihan yang dibagi menjadi tiga sesi.
Pelatihan pertama, peserta diajarkan cara penggunaan mesin pemotong kulit kerang gonggong, untuk memudahkan proses awal pengolahan.

Pelatihan kedua adalah pengolahan menjadi produk kerajinan tangan siap jual, seperti hiasan rumah, suvenir, dan aksesoris khas Batam.
Sedangkan pelatihan ketiga adalah pemasaran digital, dengan memanfaatkan website resmi pandangtakjemu.com dan media sosial pribadi peserta agar jangkauan penjualan lebih luas.
Dalam sambutannya, perwakilan Kelurahan Kampung Tua, Suryanto, SE, menyampaikan apresiasinya.
“Kegiatan ini sangat diharapkan dapat berkesinambungan, dan pihak kelurahan mendukung penuh setiap upaya yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung Tua Bakau Serip,” ujarnya.
Sementara itu, Frangky Silitonga, selaku Ketua Kegiatan ini menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan dari Kemendiktisaintek yang telah memberikan dukungan penuh terhadap program ini.
“Semua kegiatan ini merupakan hasil kepercayaan yang harus kita jaga bersama, agar memberikan luaran yang berdampak positif, khususnya bagi masyarakat Pandang Tak Jemu, dan secara umum bagi Indonesia,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua Pokdarwis Pandang Tak Jemu, Hasnindar, menilai kegiatan ini membawa manfaat nyata. “Pelatihan ini sangat membantu anggota Pokdarwis menjadi lebih produktif dalam pengelolaan kerajinan tangan, sekaligus memahami penggunaan inovasi digital untuk memasarkan potensi lokal. Saya mengucapkan terima kasih kepada Kemendiktisaintek, Politeknik Pariwisata Batam, Pemerintah Kelurahan Sambau, dan seluruh anggota yang selalu semangat mendukung kegiatan ini,” ungkapnya.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Kampung Tua Bakau Serip diharapkan mampu melihat sampah kulit kerang gonggong bukan lagi sebagai limbah, tetapi sebagai peluang emas untuk meningkatkan taraf hidup.
Kehadiran Pokdarwis Pandang Tak Jemu yang konsisten menggerakkan program pelatihan juga menjadi bukti nyata bahwa inovasi lokal berbasis budaya dan lingkungan dapat menjadi penopang pariwisata berkelanjutan di Batam.
Kegiatan ini ditutup dengan semangat kebersamaan, di mana seluruh peserta berkomitmen untuk terus mengembangkan keterampilan yang diperoleh, sekaligus menjadikan Kampung Tua Bakau Serip sebagai ikon kerajinan tangan berbasis ekowisata yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (*/adv)



