
batampos – Pemandangan tak biasa muncul di depan kawasan perumahan Tembesi, Sagulung. Sebuah spanduk merah menyala dengan tulisan doa keras agar nyawa pembuang sampah dicabut Allah, berdiri tegak di tepi jalan arah Barelang menuju bundaran Tembesi, Sabtu (6/9).
Spanduk itu dipasang tepat di depan tumpukan sampah liar. Kantong plastik, botol minuman, hingga sisa makanan menebar bau busuk, mengubah bahu jalan yang seharusnya bersih jadi kumuh.
“Ya Allah cabutlah nyawa orang yang suka buang sampah di sini. Aamiin, aamiin, aamiin,” begitu isi tulisan besar di spanduk, lengkap dengan gambar kartun anak kecil berkopiah tengah berdoa.
Baca Juga: Sampah Meluber ke Jalan, Bau Menyengat Kepung Warga, Pemerintah Diminta Bertindak
Tulisan itu sontak jadi perhatian pengguna jalan. Ada yang tersenyum miris, ada pula yang menggelengkan kepala, tak habis pikir kenapa masih ada yang tega menjadikan jalan umum sebagai tempat buang sampah.
Menurut warga, spanduk itu muncul dari rasa geram dan keputusasaan. Berkali-kali diingatkan, namun tumpukan sampah tetap saja menggunung.
“Sudah sering dibersihkan, tetap kembali kotor. Rata-rata yang buang sampah justru pengendara lewat,” kata Ega, warga sekitar.
Fenomena sampah liar di Sagulung memang bukan cerita baru. Sejumlah titik kerap dijadikan lokasi pembuangan meski pemerintah kota sudah menyiapkan TPS resmi. Petugas kebersihan pun dibuat ekstra kerja: pagi dibersihkan, sore sudah menumpuk lagi.
Warga menilai sudah saatnya Pemko Batam turun tangan lebih tegas. Bukan sekadar membersihkan, tapi memberi sanksi nyata bagi pembuang sampah sembarangan. Selain merusak wajah kota, sampah liar juga jadi sumber penyakit.
Hingga Sabtu sore, spanduk doa kutukan itu masih terpampang jelas. Menjadi saksi keras betapa sampah liar masih jadi PR besar Batam yang tak kunjung tuntas. (*)
Reporter: Yashinta



