
batampos – Layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam kini tersebar di kecamatan di wilayah daratan utama (mainland). Namun, tiga kecamatan hinterland seperti Belakangpadang, Bulang, dan Galang masih belum tersentuh program pemenuhan gizi yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) itu.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengatakan jumlah SPPG aktif saat ini telah meningkat dari tujuh menjadi 14 unit. Dengan penambahan itu, jumlah sekolah penerima manfaat juga bertambah, dari sebelumnya 22 sekolah menjadi 35 sekolah tingkat SD dan SMP.
“Alhamdulillah, tanggapan dari sekolah-sekolah yang baru mendapatkan layanan sangat positif,” ujarnya.
Total siswa penerima manfaat kini mencapai 21.030 orang, naik signifikan dari sebelumnya sekitar 16.844 siswa. Namun demikian, sebaran layanan masih belum menjangkau seluruh kecamatan di Batam, terutama wilayah pulau-pulau (hinterland) yang aksesnya lebih terbatas.
Tri mengungkapkan saat ini tengah dipersiapkan pembukaan layanan baru di kecamatan hinterland. Prosesnya mencakup pembangunan fisik, penyediaan peralatan, serta verifikasi kelayakan oleh BGN terhadap calon-calon SPPG yang telah mendaftar melalui sistem daring.
“Untuk wilayah hinterland, saat ini sedang persiapan. Bangunan gedung, perlengkapan, dan proses penilaian sedang berjalan. Bisa saja nanti justru yang di hinterland lebih dulu siap beroperasi jika kelayakannya lebih cepat,” jelasnya.
Sementara itu, SPPG yang telah beroperasi saat ini tersebar seperti satu unit di Sagulung, 3 di Batam Kota, 1 di Bengkong, 1 di Sei Beduk, 1 di Batu Ampar, 3 di Batu Aji, 2 di Sekupang, dan 2 di Nongsa. Semuanya berada di wilayah mainland Batam.
Seluruh operasional SPPG berada di bawah pengawasan ketat Badan Gizi Nasional melalui kepala SPPG masing-masing, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dinas Pendidikan Kota Batam sendiri hanya memantau dari sisi lingkungan sekolah.
“Kami baru turun langsung jika ada persoalan khusus yang menyangkut pelaksanaan di sekolah. Secara umum operasional tetap di bawah BGN,” tegas Tri.
Program SPPG dinilai penting dalam memastikan kebutuhan gizi harian siswa tercukupi. Selain membantu mencegah stunting dan malnutrisi, layanan ini juga menjadi media edukasi gizi di sekolah-sekolah dasar dan menengah.
Pemerintah berharap layanan ini bisa menjangkau seluruh kecamatan, termasuk wilayah hinterland, agar seluruh siswa di Batam memiliki akses yang sama terhadap pemenuhan gizi yang layak. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



