
batampos – Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) Nongsa Batubesar 04 yang berlokasi di Ruko Permata Bandara, Kelurahan Batubesar, resmi beroperasi, Rabu (22/10). Peresmian ini menandai aktifnya dapur ke-7 dari total 8 dapur yang ditargetkan untuk wilayah Nongsa.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya kualitas dan keamanan pangan dalam proses penyediaan makanan bergizi bagi siswa sekolah dasar.
“Pastikan makanan yang disajikan benar-benar layak konsumsi. Jangan sampai kejadian seperti di Sagulung, di mana ada anak sakit usai makan, terulang lagi,” tegas Hendri.
Baca Juga: Distribusi MBG di Batuampar Hampir Tuntas, Capai 90 Persen
Ia menekankan bahwa pengelolaan dapur harus dilakukan secara teliti, higienis, dan disiplin, terutama dalam menjaga kebersihan area produksi makanan.
“Dapur adalah zona steril. Jangan ada lalat, apalagi pihak luar masuk tanpa izin. Lalat yang hinggap bisa meninggalkan telur dan berkembang menjadi ulat. Ini serius,” ujarnya.
Program MBG di wilayah Nongsa saat ini baru menjangkau sekitar 1.000 penerima manfaat, dan jumlah tersebut akan terus bertambah seiring bertambahnya kapasitas dapur.
“Ini tahap awal. Dapur SPPG 04 masih diuji coba. Kalau standar operasionalnya sudah mantap, kita tingkatkan kapasitasnya,” tambah Hendri.
Ia juga meminta seluruh kepala sekolah dan guru ikut mengawasi distribusi makanan di lapangan. Jika ditemukan makanan yang mencurigakan atau tidak layak, harus segera dilaporkan ke penyedia dapur untuk ditindaklanjuti.
Mitra pengelola SPPG 04 Batubesar, Diana Marthina, memastikan dapur yang dikelolanya sudah sesuai dengan standar nasional MBG yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Luas dapur 400 meter persegi. Sudah sesuai layout standar MBG. Kami punya ruang produksi yang bisa menangani hingga 3.000 porsi per hari, gudang terpisah, dan fasilitas untuk tenaga gizi serta akuntan,” jelas Diana.
Ia menyebut keberadaan dapur ini adalah hasil kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala Dapur SPPG 04 Nongsa, Nanda, menjelaskan bahwa seluruh proses produksi dan distribusi telah mengikuti prosedur ketat, termasuk pengawasan waktu konsumsi makanan.
“Kami sudah buat kesepakatan dengan sekolah bahwa makanan harus dikonsumsi maksimal empat jam setelah diterima. Proses masak dimulai pukul dua dini hari, dan distribusi dimulai sejak pukul enam pagi,” katanya.
Untuk tahap awal, dapur memproduksi 1.000 ompreng per hari, namun jumlah ini diproyeksikan meningkat pada minggu kedua operasional. Semua menu disiapkan dan diawasi langsung oleh ahli gizi yang bertugas di dapur. (*)
Reporter: Yashinta



