
batampos – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yasmin Yayasan Segitiga Berkah Abadi di kawasan Nongsa Batu Besar 6 resmi beroperasi. Peresmian digelar pada Jumat (30/1) dan dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris, bersama jajaran pemerintah daerah serta pengelola yayasan.
SPPG Yasmin merupakan bagian dari dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Kepala Yayasan Segitiga Berkah Abadi selaku mitra pelaksana SPPG, Rinasti, mengatakan kehadiran dapur MBG Yasmin menjadi langkah konkret dalam memperluas jangkauan program gizi nasional, khususnya di Kota Batam.
“Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung program pemerintah. Kami berharap SPPG Yasmin dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi para penerima manfaat, sejalan dengan program Presiden,” ujar Rinasti.
Sementara itu, Kepala SPPG Kota Batam Nongsa Batu Besar 6, Athya Kania Nabila, menjelaskan pada tahap awal SPPG Yasmin menargetkan 1.000 penerima manfaat. Penerima berasal dari empat sekolah di sekitar lokasi, mulai dari jenjang SD hingga SMP.
“Target awal sebanyak 1.000 penerima manfaat. Ke depan, sesuai arahan dan kesiapan, jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi sekitar 2.000 penerima,” kata Athya.
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris dalam sambutannya mengapresiasi Yayasan Segitiga Berkah Abadi dan seluruh pengelola SPPG yang telah berkontribusi dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Kepulauan Riau.
Ia menyebutkan, secara nasional capaian pembangunan SPPG di Kepri tergolong tinggi. Saat ini, sekitar 78,8 persen SPPG di Kepri telah aktif, menempatkan provinsi tersebut di peringkat ketiga nasional.
“Untuk wilayah 3T secara nasional terdapat sekitar 150 titik dan hampir 90 persen sudah terbangun. Sementara untuk wilayah reguler, mudah-mudahan bisa mencapai 70 persen dan dituntaskan seluruhnya hingga akhir 2025,” ujar Nyanyang.
Nyanyang menegaskan, pemerintah tidak membedakan penanganan wilayah 3T dan reguler, baik di mainland maupun hinterland. Menurutnya, seluruh kabupaten dan kota di Kepri memiliki semangat yang sama dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pemenuhan gizi adalah modal utama untuk meningkatkan kecerdasan, kesehatan, dan kualitas generasi ke depan. Ini sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ia juga menyinggung capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri yang kini berada di peringkat ketiga nasional setelah DKI Jakarta dan DI Yogyakarta. Capaian tersebut, kata Nyanyang, merupakan hasil kerja bersama orang tua, guru, serta seluruh pemangku kepentingan.
“IPM ini harus kita pertahankan dan terus ditingkatkan. Pemerintah berkomitmen memastikan tidak ada anak putus sekolah, dari SD hingga SMA, termasuk dukungan beasiswa untuk perguruan tinggi,” pungkasnya.
Dengan beroperasinya SPPG Yasmin Nongsa Batu Besar 6, diharapkan pemerataan program pemenuhan gizi di Batam semakin optimal dan mampu memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia di Kepulauan Riau. (*)



